Internasional

Netanyahu Puji Kesepakatan Israel-Lebanon, Tapi Dikritik Menterinya Sendiri

×

Netanyahu Puji Kesepakatan Israel-Lebanon, Tapi Dikritik Menterinya Sendiri

Share this article
Netanyahu Puji Kesepakatan Israel-Lebanon, Tapi Dikritik Menterinya Sendiri
Netanyahu Puji Kesepakatan Israel-Lebanon, Tapi Dikritik Menterinya Sendiri

GemaWarta – 28 Juni 2026 | Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memuji kesepakatan dengan Lebanon yang ditengahi Amerika Serikat (AS). Ia menyebut kesepakatan itu sebagai pencapaian bersejarah yang memberikan pukulan telak bagi Iran dan Hizbullah.

Netanyahu menegaskan bahwa pasukan Israel akan tetap berada di zona keamanan yang ditetapkan oleh militer sekitar 10 kilometer di dalam wilayah Lebanon. “Kami akan tetap berada di daerah ini sampai Hizbullah dan kelompok lainnya dilucuti senjatanya,” ujarnya.

🔖 Baca juga:
Amerika Serikat dan Dinamika Geopolitik: Dari Aksi Jumat untuk Palestina hingga Piala Dunia 2026

Akan tetapi, kesepakatan itu dikritik Menteri Keamanan Israel dari sayap kanan, Itamar Ben Gvir. Ben Gvir merasa bahwa pemerintah Lebanon tidak bisa dipercaya untuk melucuti Hizbullah.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku lelah dengan perilaku Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu. Bahkan, Trump menyebut bahwa semua orang Yahudi muak terhadap Netanyahu.

🔖 Baca juga:
Amerika Serikat dalam Sorotan: Dari Perundingan dengan Iran hingga Persiapan Piala Dunia

Trump meluapkan kekesalan yang mendalam terhadap Netanyahu saat keduanya melakukan percakapan telepon yang penuh ketegangan pada September 2025 lalu, ketika negosiasi gencatan senjata di Jalur Gaza sedang berlangsung.

Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menuntut pasukan Israel untuk mundur “tanpa syarat” dari Lebanon. Netanyahu bersikeras menegaskan bahwa pasukan militer Israel akan tetap berada di wilayah Lebanon bagian selatan, sampai kelompok Hizbullah melucuti senjatanya.

🔖 Baca juga:
Amerika Serikat Pastikan Tiket 32 Besar Piala Dunia 2026 Usai Mengalahkan Australia

Netanyahu juga mengatakan bahwa militer Israel akan mengizinkan tentara Lebanon mengambil alih kendali di dua area. Pakta trilateral antara Israel, Lebanon, dan Amerika Serikat (AS) diumumkan dan dinilai akan membuka jalan untuk perjanjian damai bagi Tel Aviv dan Beirut.

Kesimpulan, kesepakatan Israel-Lebanon masih menuai kontroversi dan kritik dari berbagai pihak. Namun, kesepakatan ini juga membuka harapan bagi perdamaian di wilayah yang telah lama terlibat konflik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *