GemaWarta – 12 Mei 2026 | Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, mengumumkan bahwa Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sedang mengkaji ulang waktu pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di kawasan Jalan HR Rasuna Said.
Evaluasi ini dilakukan untuk menyesuaikan kegiatan CFD dengan kebutuhan masyarakat, khususnya terkait pelaksanaan ibadah di area tersebut.
Pramono menjelaskan bahwa banyak masukan dari warga, terutama dari tempat ibadah di sekitar Rasuna Said, yang meminta agar kegiatan CFD tidak mengganggu waktu ibadah yang biasanya dimulai pukul 10.00 WIB.
"Antusiasme publiknya luar biasa. Hanya memang ada permintaan, terutama dari tempat-tempat di Rasuna Said yang ada, mohon maaf, ibadahnya. Maka, kami segera memutuskan CFD tetap dimulai pukul 05.30, tetapi selesainya pasti akan lebih cepat," ujar Pramono.
CFD di Rasuna Said menjadi salah satu cara pemerintah menunjukkan bahwa Jakarta sedang berbenah dan menghadirkan ikon baru.
Sebelumnya, kawasan ini dipenuhi ratusan tiang monorel mangkrak. Namun kini wajahnya berubah total setelah seluruh tiang tersebut dibongkar dan proses penataan area terus berjalan.
Meskipun pembangunan masih berlangsung, antusiasme masyarakat mengikuti CFD di sana terbilang tinggi.
Hal ini menjadi alasan Pemprov DKI menetapkan CFD Rasuna Said akan mulai diberlakukan efektif pada 1 Juni 2026, bersamaan dengan rampungnya seluruh pekerjaan penataan kawasan.
Di samping itu, Pramono juga menyebutkan bahwa jam pelaksanaan CFD di kawasan Sudirman-Thamrin akan ikut ditinjau kembali.
Namun, ia belum menetapkan perubahan resmi untuk kawasan tersebut.
Ia memastikan keputusan final terkait durasi baru CFD Sudirman–Thamrin akan diumumkan sebelum 1 Juni 2026.
"Kami akan mulai 5.30, selesai apakah jam 10 atau 9.30, nanti segera kami putuskan sebelum tanggal 1 Juni ini," tambahnya.
Perubahan jam CFD di Rasuna Said dan Sudirman-Thamrin diharapkan dapat meningkatkan antusiasme masyarakat dan membuat kegiatan CFD lebih nyaman dan menyenangkan.
Dengan demikian, CFD di Jakarta dapat menjadi salah satu ikon kebanggaan kota dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.









