GemaWarta – 13 Mei 2026 | Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menutup sementara Stadion Lukas Enembe setelah kerusuhan yang terjadi usai pertandingan antara Persipura Jayapura dan Adhyaksa FC. Keputusan ini diambil untuk mendukung proses perbaikan fasilitas stadion yang mengalami kerusakan akibat insiden tersebut.
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menyatakan bahwa Stadion Lukas Enembe merupakan aset kebanggaan masyarakat Papua yang harus dijaga bersama sebagai simbol kemajuan olahraga di Tanah Papua. Ia meminta seluruh masyarakat, termasuk suporter Persipura, untuk tetap menjaga sikap dalam setiap pertandingan sepak bola.
Polisi juga menyoroti beberapa faktor yang menjadi perhatian, di antaranya keterbatasan jumlah personel keamanan dan steward, serta tidak berfungsinya CCTV stadion. Mereka berencana melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan pertandingan guna meminimalisir potensi gangguan kamtibmas pada pelaksanaan pertandingan selanjutnya.
Ratusan warga melakukan kegiatan gotong royong pembersihan Stadion Lukas Enembe pasca kerusuhan. Pemprov Papua juga akan melakukan evaluasi bersama manajemen Persipura guna memperkuat koordinasi pengamanan dan tata kelola pertandingan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Pemprov Papua memastikan bertanggung jawab atas perbaikan seluruh fasilitas stadion yang mengalami kerusakan akibat kerusuhan tersebut. Gubernur Papua turut menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas insiden yang terjadi di Stadion Lukas Enembe.
Untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, Pemprov Papua dan pihak terkait harus bekerja sama untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban di stadion. Ini termasuk memperbaiki sistem pengamanan, meningkatkan jumlah personel keamanan, dan memastikan bahwa semua fasilitas stadion berfungsi dengan baik.
Dengan demikian, Stadion Lukas Enembe dapat kembali menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi masyarakat untuk menonton pertandingan sepak bola dan acara lainnya. Pemprov Papua dan pihak terkait harus terus berupaya untuk meningkatkan keamanan dan ketertiban di stadion, sehingga kejadian kerusuhan seperti ini tidak terulang lagi.











