GemaWarta – 13 Mei 2026 | Acara Bioskop Trans TV malam ini 12 Mei 2026 akan menghadirkan dua film laga yang berjudul Hunter Killer dan Spy Who Dumped Me. Kedua film ini menjadi teman malam hari sebelum istirahat.
Hunter Killer merupakan film aksi yang berdurasi 2 jam 1 menit. Film yang rilis pada tahun 2018 ini disutradarai oleh Donovan Marsh dan diperankan oleh Gerard Butler dan Gary Oldman.
Cerita dalam film Hunter Killer diangkat dari novel yang berjudul Firing Point karya Don Keith dan George Wallace. Film ini menceritakan tentang aksi penyelamatan Presiden Rusia yang dikudeta oleh kelompok militan, Menteri Pertahanan negaranya sendiri.
Setelah film aksi penyelamat, Bioskop Trans TV menghadirkan cerita yang tak kalah seru pada film The Spy Who Dumped Me. Film yang tayang tahun 2018 ini berdurasi 1 jam 57 menit. Penonton akan menyaksikan aksi komedi dari Audrey dan sahabatnya, Morgan.
Di sisi lain, NYU Langone, sebuah rumah sakit di New York, menerima surat panggilan dari jaksa federal di Texas yang menginginkan informasi tentang anak-anak yang menerima perawatan afirmatif gender dan penyedia layanan medis yang mengadministrasikannya.
NYU Langone adalah sistem rumah sakit pertama yang secara terbuka mengakui telah menerima surat panggilan tersebut sebagai bagian dari penyelidikan kriminal federal. Namun, lembaga tersebut menyatakan bahwa mereka adalah salah satu dari beberapa yang menerima surat panggilan dari Distrik Utara Texas pada 7 Mei.
Surat panggilan tersebut meminta informasi tentang pasien di bawah umur 18 tahun yang menerima perawatan afirmatif gender dari tahun 2020 hingga 2026, serta nama-nama penyedia layanan medis.
Kasus ini merupakan bagian dari upaya pemerintahan Trump untuk memblokir perawatan untuk anak-anak transgender. NYU Langone sebelumnya telah mengumumkan bahwa mereka akan menghentikan perawatan tersebut untuk anak-anak transgender di tengah ancaman pendanaan dari pemerintah federal.
Dalam beberapa bulan terakhir, Departemen Kehakiman telah mengirimkan lebih dari 20 surat panggilan sipil kepada dokter dan klinik yang menyediakan perawatan gender untuk anak-anak, dengan alasan bahwa mereka sedang menyelidiki “penipuan kesehatan, pernyataan palsu, dan lain-lain”.
Kesimpulan dari kasus ini adalah bahwa perawatan afirmatif gender untuk anak-anak transgender masih menjadi isu yang kontroversial dan memiliki dampak yang signifikan pada kehidupan mereka. Oleh karena itu, perlu dilakukan diskusi yang lebih lanjut dan penelitian yang lebih mendalam untuk mengetahui dampak dari perawatan tersebut dan bagaimana cara terbaik untuk mendukung anak-anak transgender.











