GemaWarta – 15 Mei 2026 | Pentagon secara mendadak membatalkan pengerahan brigade lapis baja ke Polandia. Langkah ini merupakan bagian dari rencana besar Presiden AS Donald Trump untuk memangkas keberadaan militer AS di Eropa. Pembatalan ini melibatkan Brigade Tempur Lapis Baja ke-2 dari Divisi Kavaleri ke-1 yang berkekuatan lebih dari 4.000 personel.
Para pejabat AS menyebutkan, kebijakan ini adalah bagian dari konfigurasi ulang kehadiran militer di “Benua Biru”. Atas pembatalan pengerahan brigade lapis baja ke Polandia tersebut, banyak pihak terkejut. Bahkan, beberapa peralatan dan pasukan dari brigade yang dijuluki brigade “Black Jack” tersebut sudah dalam perjalanan ketika perintah pembatalan dikeluarkan.
Kanselir Jerman Friedrich Merz ejek Washington dengan menyatakan bahwa AS kekurangan senjata. Trump sebelumnya menegaskan kepada wartawan bahwa pemotongan pasukan di Eropa akan jauh lebih dalam. Pentagon menyatakan bahwa tujuan jangka panjang mereka adalah agar sekutu-sekutu di Eropa memikul beban utama dalam pertahanan dan mengurangi peran militer AS di benua tersebut.
Dalam dokumen Strategi Pertahanan Nasional yang dirilis Januari lalu, Pentagon menekankan fokus baru mereka. “Saat pasukan AS fokus pada pertahanan dalam negeri dan kawasan Indo-Pasifik, sekutu dan mitra kami di tempat lain akan mengambil tanggung jawab utama atas pertahanan mereka sendiri dengan dukungan kritis namun lebih terbatas dari pasukan Amerika,” tulis pernyataan resmi tersebut.
Kebijakan ini menyusul pengumuman Pentagon awal bulan ini mengenai penarikan 5.000 tentara dari Jerman. Trump sebelumnya menegaskan bahwa pemotongan pasukan di Eropa akan jauh lebih dalam. “Kami memotong jauh lebih banyak daripada 5.000 personel,” ujar Trump, sembari mengancam akan menarik pasukan dari Italia dan Spanyol.
Pembatalan pengerahan brigade lapis baja ke Polandia ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan sekutu Eropa. Mereka khawatir bahwa keputusan ini akan melemahkan pertahanan Eropa dan memberikan kesempatan kepada Rusia untuk meningkatkan pengaruhnya di kawasan tersebut.
Kesimpulan dari kebijakan ini adalah bahwa AS berencana untuk mengurangi kehadiran militer di Eropa dan mengalihkan fokusnya ke kawasan Indo-Pasifik. Kebijakan ini diyakini akan memiliki dampak signifikan pada pertahanan Eropa dan hubungan AS dengan sekutu-sekutunya di benua tersebut.











