Internasional

Selat Hormuz: Titik Lemah Ekonomi Digital Dunia yang Rentan terhadap Gangguan Fisik

×

Selat Hormuz: Titik Lemah Ekonomi Digital Dunia yang Rentan terhadap Gangguan Fisik

Share this article
Selat Hormuz: Titik Lemah Ekonomi Digital Dunia yang Rentan terhadap Gangguan Fisik
Selat Hormuz: Titik Lemah Ekonomi Digital Dunia yang Rentan terhadap Gangguan Fisik

GemaWarta – 14 Mei 2026 | Selat Hormuz, sebuah perairan sempit yang terletak di antara Iran dan Oman, bukan hanya zona panas untuk jalur pasokan energi dunia, tetapi juga menyimpan ribuan kilometer kabel serat optik bawah laut yang mengalirkan hampir semua data internet global tanpa henti. Keberadaan infrastruktur vital ini menempatkan stabilitas ekonomi digital dalam posisi sangat rentan terhadap gangguan fisik dan konflik militer.

Kantor berita Tasnim yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) memperingatkan kerentanan kabel-kabel di Selat Hormuz. Tindakan sabotase yang menyasar jalur komunikasi itu berpotensi melumpuhkan transaksi perbankan sampai layanan AI dan cloud computing secara masif. Ancaman ini membayangi negara-negara Teluk dan mitra teknologi internasional karena perbaikan infrastruktur di zona konflik membutuhkan izin rumit dan waktu sangat lama.

🔖 Baca juga:
Konflik Ukraina: Rusia dan Ukraina Saling Tuduh Langgar Gencatan Senjata

Infrastruktur digital dunia bertumpu terhadap jaringan kabel serat optik bawah laut yang membentang ribuan kilometer. Kabel-kabel tipis itu membawa hampir semua data yang menggerakkan internet global, mulai dari panggilan video sampai transfer perbankan. Masyarakat internasional membutuhkan fungsi kabel itu untuk menjalankan layanan AI dan komunikasi antarbenua.

Konflik di Selat Hormuz bisa memicu pemadaman internet dan melumpuhkan sistem keuangan di berbagai negara secara serentak. Ketergantungan sangat ekstrem terhadap satu jalur berisiko tinggi terhadap gangguan fisik, terutama di wilayah perairan dangkal. Penutupannya secara bersamaan adalah peristiwa fatal yang dapat mengganggu stabilitas digital bagi pengguna di seluruh dunia.

Jaringan kabel aktif di Teluk Persia mendukung langsung koneksi data luar negeri untuk banyak negara. Perusahaan teknologi besar menginvestasikan miliaran dolar guna membangun pusat data yang terhubung dengan jaringan kabel itu. Keamanan fisik jalur-jalur itu menjamin kelancaran lalu lintas data dari Eropa ke Asia.

🔖 Baca juga:
Iran Ungkap Pertemuan Presiden dengan Delegasi Pakistan di Tengah Ketegangan Selat Hormuz dan Negosiasi AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk mendukung arus energi yang bebas. Kedua pemimpin ini membahas perluasan akses pasar bagi bisnis Amerika di Tiongkok dan meningkatkan investasi Tiongkok di industri Amerika.

Xi juga menegaskan penentangan China terhadap militerisasi selat dan setiap upaya untuk mengenakan biaya atas penggunaannya. China secara langsung terdampak oleh kurangnya pasokan minyak bumi yang melintasi Selat Hormuz. Xi menyatakan minat untuk membeli lebih banyak minyak Amerika, untuk mengurangi ketergantungan China pada selat tersebut di masa mendatang.

Kapal China lolos blokade AS di Selat Hormuz, Amerika melunak? Sebuah supertanker milik China dilaporkan berhasil melintas di Selat Hormuz di tengah blokade militer Amerika Serikat. Supertanker Very Large Crude Carrier (VLCC) Yuan Hua Hu melintasi Selat Hormuz setelah sebelumnya terjebak di kawasan Teluk selama lebih dari dua bulan akibat eskalasi perang AS-Iran.

🔖 Baca juga:
Indonesia dan AS Tandatangani Kemitraan Pertahanan Besar di Tengah Ketegangan Iran

Pergerakan kapal ini terjadi di tengah meningkatnya operasi militer Amerika Serikat di kawasan tersebut. Kapal tersebut membawa sekitar dua juta barrel minyak mentah Irak yang dimuat dari terminal Basra pada awal Maret. Setelah keluar dari Teluk Persia, kapal itu sempat berlabuh singkat di perairan Teluk Oman sebelum melanjutkan perjalanan menuju pelabuhan Zhoushan di China timur, dengan perkiraan tiba pada 1 Juni.

Kesimpulan, Selat Hormuz merupakan titik lemah ekonomi digital dunia yang rentan terhadap gangguan fisik dan konflik militer. Ketergantungan ekstrem terhadap satu jalur berisiko tinggi terhadap gangguan fisik, terutama di wilayah perairan dangkal. Perluasan akses pasar bagi bisnis Amerika di Tiongkok dan meningkatkan investasi Tiongkok di industri Amerika dapat membantu mengurangi ketergantungan China pada selat tersebut di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *