GemaWarta – 17 Mei 2026 | Bursa Efek Indonesia (BEI) telah mencatat aksi korporasi sepanjang 2024 yang menghimpun dana sebesar Rp 49,91 triliun. Salah satu emiten yang membukukan laba bersih yang meningkat adalah PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dengan laba bersih sebesar Rp 1,816 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 167% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Beberapa emiten lainnya juga menunjukkan peningkatan laba bersih, seperti PT Cita Mineral Investindo Tbk (CITA) dan PT Panca Budi Idaman Tbk (PBID) yang menjadi dua saham dengan potensi imbal hasil dividen tertinggi. CITA akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 351 per saham dengan cum date pada 22 Mei 2026, sedangkan PBID menawarkan dividen Rp 53 per saham dengan dividend yield yang sama.
Saham PT Pratama Abadi Nusa Industri Tbk (PANI) juga mengalami penguatan sejak 6 Oktober 2021, dengan penguatan tertinggi pada 11 Oktober 2021 sebesar 25 persen. BEI sempat melakukan suspensi saham PANI pada 14 Oktober 2021 karena peningkatan harga kumulatif signifikan.
PT Archi telah resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan harga IPO Rp 750 per saham. Emiten-emiten lainnya seperti PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM), PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI), PT Cikarang Listrindo Tbk (POWR), dan PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) juga menawarkan dividen yang menarik.
Dalam beberapa pekan terakhir, IHSG telah menunjukkan peningkatan yang signifikan, dengan beberapa saham mengalami penguatan harga. Namun, perlu diingat bahwa investasi di bursa efek selalu melibatkan risiko, sehingga penting untuk melakukan analisis yang tepat sebelum membuat keputusan investasi.
Kesimpulan: Bursa Efek Indonesia telah mencatat aksi korporasi yang signifikan sepanjang 2024, dengan beberapa emiten besar membukukan laba bersih yang meningkat. Investasi di bursa efek memerlukan analisis yang tepat dan pemahaman yang baik tentang risiko yang terkait.











