BERITA

Dari Cirebon ke Tanah Suci: Kisah Ili Menunaikan Haji Usai Sisihkan Hasil Jualan Es Setiap Hari

×

Dari Cirebon ke Tanah Suci: Kisah Ili Menunaikan Haji Usai Sisihkan Hasil Jualan Es Setiap Hari

Share this article
Dari Cirebon ke Tanah Suci: Kisah Ili Menunaikan Haji Usai Sisihkan Hasil Jualan Es Setiap Hari
Dari Cirebon ke Tanah Suci: Kisah Ili Menunaikan Haji Usai Sisihkan Hasil Jualan Es Setiap Hari

GemaWarta – 15 April 2026 | Seorang ibu rumah tangga asal Cirebon, yang akrab disapa Ili, menorehkan jejak inspiratif dengan menunaikan ibadah haji setelah bertahun‑tahun menabung dari hasil jualan es krim kelapa setiap sore. Berbekal tekad kuat dan strategi menabung yang disiplin, Ili berhasil mengumpulkan dana yang cukup untuk menutupi biaya tiket, asrama, serta perlengkapan ibadah, menjadikan mimpinya terwujud pada musim haji 2026.

Ili memulai usaha kecil pada tahun 2019, menjual es krim kelapa dengan rasa tradisional kepada warga setempat dan pelancong yang melintasi Jalan Pantura. Setiap hari, ia menyiapkan bahan, mengolah es, serta melayani pembeli di pinggir jalan. Dari pendapatan harian yang bervariasi, ia menyisihkan satu persentase tetap—sekitar 30 %—untuk tabungan haji. “Saya ingin menjadikan setiap gelas es sebagai amal yang menuntun saya ke Tanah Suci,” ujarnya dengan senyum penuh rasa syukur.

🔖 Baca juga:
BMKG Prediksi Kemarau 2026 Lebih Panjang dan Kering, El Nino Lemah-Moderate Perlu Waspada

Strategi menabung Ili tidak lepas dari dukungan keluarga dan komunitas. Suami dan anak‑anaknya turut membantu mengelola penjualan, sementara tetangga memberi motivasi melalui pesan‑pesan singkat. Selama empat tahun, total tabungan mencapai Rp 45 juta, angka yang kini cukup untuk menutupi biaya paket haji standar yang dikeluarkan Kementerian Agama melalui biro perjalanan resmi.

Paket haji Ili mencakup keberangkatan dari Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, yang telah menyiapkan teknis pemberangkatan modern. Seluruh proses administrasi, imigrasi, dan pemeriksaan dokumen selesai di Asrama Haji Indramayu sebelum jemaah tiba di bandara. Ketika Ili dan rombongan tiba di terminal BIJB, mereka langsung diarahkan ke area boarding tanpa harus melewati prosedur tambahan, berkat sistem embarkasi penuh yang diterapkan sejak musim haji 2025. Sistem ini memungkinkan maksimal tiga kali penerbangan per hari, dengan kapasitas harian mencapai 7.500 penumpang, memastikan kelancaran perjalanan ribuan jemaah termasuk Ili.

Keberangkatan Ili bersamaan dengan kelompok 44 calon jemaah haji dari Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, yang dijadwalkan berangkat pada 10 Mei 2026. Kelompok Sikka terdiri dari usia 36 hingga 83 tahun, menandakan keragaman generasi yang berpartisipasi dalam ibadah haji. Kehadiran mereka menambah nuansa kebersamaan antar‑daerah, memperlihatkan semangat persatuan umat Islam di Indonesia.

🔖 Baca juga:
Garuda Indonesia Bergeliat: Kebijakan Fleksibel, Kepemimpinan Baru di Ancol, dan Kebangkitan Film ‘Garuda di Dadaku’

Setibanya di Tanah Suci, Ili mengikuti rangkaian bimbingan manasik yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama. Program ini meliputi pelajaran ritual tawaf, sa’i, serta tata cara beribadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Selama proses tersebut, Ili mencatat pengalaman spiritualnya dalam sebuah jurnal pribadi, yang kemudian dibagikan kepada komunitas penjual es di Cirebon sebagai contoh motivasi.

Berikut rangkaian langkah yang dilalui Ili sejak menabung hingga menunaikan haji:

  1. Memulai usaha jualan es pada 2019 dengan modal minimal.
  2. Menyisihkan 30 % pendapatan harian untuk tabungan haji.
  3. Melakukan pencatatan keuangan secara rutin dan menghindari pengeluaran tidak penting.
  4. Mengajukan permohonan paket haji melalui biro resmi pada awal 2025.
  5. Mengikuti proses seleksi, pemeriksaan kesehatan, dan pelatihan manasik.
  6. Berangkat dari BIJB Kertajati dengan sistem embarkasi penuh.
  7. Menunaikan ibadah haji selama lima hari di Mekah dan Madinah.
  8. Kembali ke Cirebon dan membagikan kisah inspiratif kepada sesama pedagang.

Kisah Ili menjadi bukti bahwa tekad, disiplin keuangan, dan dukungan sosial dapat mengubah impian menjadi realitas, bahkan bagi mereka yang berada di lapisan ekonomi menengah ke bawah. Dengan menabung secara konsisten dari usaha kecil, Ili tidak hanya berhasil menunaikan rukun Islam kelima, tetapi juga menginspirasi ribuan orang di sekitarnya untuk meneladani cara berhemat dan beramal.

🔖 Baca juga:
Tragedi Kru Sound Horeg di Pati: Kru 20‑tahun Tewas Tersengat Listrik Saat Karnaval

Keberhasilan Ili menambah catatan positif bagi pemerintah dan lembaga penyelenggara haji, yang terus berupaya mempermudah akses bagi seluruh lapisan masyarakat melalui sistem embarkasi yang efisien dan paket haji terjangkau. Semoga lebih banyak cerita serupa muncul, memperkuat semangat kebersamaan dan keikhlasan dalam menunaikan kewajiban agama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *