GemaWarta – 04 Juli 2026 | Hari Keluarga Nasional (Harganas) diperingati setiap tanggal 29 Juni sebagai momentum untuk mengingatkan masyarakat akan pentingnya keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa. Tahun ini, Harganas memasuki usia ke-33 dengan mengusung tema "Ayah Wajib Hadir".
Keluarga merupakan lingkungan pertama tempat seseorang memperoleh kasih sayang, pendidikan karakter, serta nilai-nilai kehidupan. Oleh karena itu, peringatan Harganas tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ajang untuk memperkuat ketahanan keluarga sebagai pondasi pembangunan bangsa.
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, mengatakan bahwa tantangan pembangunan saat ini tidak lagi hanya soal ekonomi, tetapi juga bagaimana keluarga mampu melahirkan generasi yang siap menghadapi perubahan zaman. "Maka ketangguhan keluarga bukanlah pilihan alternatif, melainkan keharusan mutlak dan urgensi nasional," tegas Wihaji.
Ia menjelaskan bahwa bonus demografi hanya akan menjadi kekuatan apabila Indonesia mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. Sebaliknya, apabila kualitas sumber daya manusia tidak dipersiapkan sejak dini, peluang tersebut dapat berubah menjadi bencana demografi.
Untuk mengoptimalkan bonus demografi, Menteri Wihaji menekankan pentingnya memperkuat tiga pilar pembangunan keluarga, yaitu kesehatan, pendidikan karakter, dan ketahanan mental. Upaya menuntaskan stunting melalui pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan harus menjadi gerakan bersama di setiap keluarga.
Di saat yang sama, keluarga juga harus menjadi ruang pertama bagi anak untuk membangun karakter, kemampuan beradaptasi, semangat kolaborasi, serta daya lenting dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Peran ayah dinilai sangat menentukan dalam membentuk karakter dan kesehatan mental anak.
Wihaji juga mengingatkan bahwa keberhasilan pengasuhan tidak boleh hanya dibebankan kepada ibu. Ayah harus hadir dan terlibat dalam proses pengasuhan anak, sehingga anak dapat tumbuh menjadi generasi yang kuat dan siap menghadapi tantangan di masa depan.
Dalam rangka memperingati Harganas ke-33, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Aceh, Dr. Erry Pudyanto Marwantono, memimpin pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 Tahun 2026. Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan Amanat Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN dalam rangka Peringatan Hari Keluarga Nasional Tahun 2026.
Upacara diikuti oleh para pejabat struktural, jaksa, pegawai, serta PPNPN di lingkungan Kejaksaan Tinggi Aceh. Dalam amanatnya, disampaikan bahwa Hari Keluarga Nasional bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum refleksi untuk memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan bangsa.
Di tengah tantangan era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity), keluarga memiliki peran strategis dalam membentuk generasi yang tangguh, berkarakter, dan mampu menghadapi berbagai perubahan global. Oleh karena itu, memperkuat ketahanan keluarga adalah keharusan mutlak dan urgensi nasional.
Ketua Majelis Syuro PKS, M Sohibul Iman, juga menekankan bahwa keluarga adalah tempat pertama bangsa ini dibangun. Sebelum seorang anak mengenal negara, ia mengenal keluarganya. Sebelum memahami hukum, ia belajar tentang benar dan salah dari orang tuanya.
Iman menegaskan bahwa keluarga sesungguhnya adalah sekolah pertama Pancasila. Bagi umat Islam, penguatan keluarga juga merupakan amanah keagamaan. Allah SWT berfirman, "Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka" (QS. At-Tahrim: 6).
Ayat ini mengingatkan bahwa tanggung jawab keluarga tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga mencakup pembinaan iman, akhlak, ilmu pengetahuan, dan karakter. Rasulullah SAW pun mengingatkan bahwa setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban atas mereka yang dipimpinnya. Kepemimpinan pertama itu dimulai dari keluarga.











