GemaWarta – 20 Mei 2026 | Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, baru-baru ini menggelar rapat darurat untuk membahas kemungkinan kembali pecahnya konflik dengan Iran. Rapat tersebut berlangsung sehari setelah Netanyahu mengadakan pembicaraan dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk membahas koordinasi “langkah berikutnya” terkait Iran.
Situasi di Timur Tengah semakin memanas sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian membalas dengan serangan terhadap Israel serta sekutu AS di kawasan Teluk dan memicu gangguan di Selat Hormuz. Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen.
Netanyahu juga terlibat dalam isu lain, yaitu pencegatan kapal dalam konvoi kemanusiaan untuk Gaza, Global Sumud Flotilla, oleh militer Israel. Pasukan Israel menangkap 500 aktivis, termasuk sembilan warga Indonesia, dan memindahkan mereka ke fasilitas penjara terapung. Netanyahu menyatakan operasi tersebut dilakukan untuk menggagalkan upaya provokasi serta mendukung keamanan wilayah bagi Israel.
Sementara itu, di Bangladesh, dua ekor kerbau albino telah menjadi sensasi di media sosial karena kemiripannya dengan Trump dan Netanyahu. Kerbau tersebut telah menarik perhatian banyak orang dan telah dijual kepada seorang pembeli.
Di Iran, parlemen telah membahas draft legislasi yang akan memberikan hadiah sebesar €50 juta bagi siapa saja yang dapat membunuh Trump dan Netanyahu. Hal ini menambah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat serta Israel.
Dalam situasi yang semakin kompleks ini, Netanyahu terus berusaha untuk mempertahankan keamanan dan kepentingan Israel. Namun, konflik di Timur Tengah tidak menunjukkan tanda-tanda akan berakhir dalam waktu dekat.











