Internasional

Kapal Tanker Minyak Iran Diserang AS, Teheran Ancam Balas

×

Kapal Tanker Minyak Iran Diserang AS, Teheran Ancam Balas

Share this article
Kapal Tanker Minyak Iran Diserang AS, Teheran Ancam Balas
Kapal Tanker Minyak Iran Diserang AS, Teheran Ancam Balas

GemaWarta – 10 Mei 2026 | Ketegangan di Selat Hormuz kembali memanas setelah militer Amerika Serikat (AS) mengerahkan jet tempur untuk melumpuhkan dua kapal tanker berbendera Iran yang dituduh mencoba menembus blokade laut Washington terhadap pelabuhan-pelabuhan Teheran.

Menurut laporan, jet tempur F/A-18 Super Hornet milik Angkatan Laut AS menembaki kapal M/T Sea Star III dan M/T Sevda pada Jumat (8/5) waktu setempat. Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut kedua kapal dilumpuhkan dengan “menembakkan amunisi presisi ke cerobong asap mereka, mencegah kapal-kapal yang tidak patuh tersebut memasuki Iran”.

🔖 Baca juga:
Trump Tolak Usulan Iran: Kegagalan Diplomasi dan Pembatalan Misi ke Pakistan

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran memperingatkan bahwa setiap serangan terhadap tanker minyak atau kapal komersial milik Iran akan memicu “serangan besar-besaran” terhadap posisi AS dan kapal-kapal musuh di wilayah tersebut.

Iran secara efektif menutup jalur perairan strategis Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama pengiriman minyak dan gas dunia, setelah AS dan Israel melancarkan serangan skala besar pada 28 Februari lalu. Washington kemudian merespons dengan memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Teheran untuk menekan Iran agar membuka kembali Selat Hormuz.

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April lewat mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan yang langgeng. Gencatan senjata kemudian diperpanjang Presiden Amerika Serikat Donald Trump tanpa batas waktu yang ditetapkan dan membuka jalan diplomasi untuk solusi permanen bagi perang tersebut.

🔖 Baca juga:
Kapal Denmark Keluar Selat Hormuz dengan Pengawalan AS

Sejak 13 April, AS mulai melakukan blokade angkatan laut dengan menargetkan lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz. Trump mengumumkan pada Selasa (5/5) bahwa militer AS untuk sementara menghentikan “Project Freedom”, yang dimaksudkan untuk memulihkan kebebasan navigasi bagi pelayaran komersial melalui Selat Hormuz, dan mengatakan blokade Amerika akan tetap berlaku secara penuh.

Komandan Angkatan Udara IRGC, Majid Mousavi, mengatakan rudal dan drone telah “dikunci pada musuh” dan menunggu perintah untuk diluncurkan. Kementerian Pertahanan Inggris sebelumnya mengatakan telah mengerahkan kapal perang Angkatan Laut Kerajaan ke Timur Tengah sebagai persiapan untuk kemungkinan misi multinasional untuk melindungi pelayaran komersial di Selat Hormuz.

Iran menggunakan apa yang disebut sebagai “armada nyamuk” yang terdiri dari ratusan kapal untuk mengendalikan Selat Hormuz. “Armada nyamuk” tersebut terdiri dari sekitar 20 kapal selam mini kelas Ghadir dan beberapa ribu kapal cepat rudal serta kapal serang, yang dapat secara efektif melawan Angkatan Laut AS di Selat Hormuz dan Teluk Persia.

🔖 Baca juga:
Drama di Lapangan dan Politik: Mumbai Indians Terpuruk, Amerika Bersaing di Selat Hormuz, dan Korupsi Menggoyang Tulungagung

Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu hingga memicu balasan dari Teheran terhadap Israel serta sekutu AS di Teluk. Hal itu kemudian berdampak pula pada penutupan Selat Hormuz.

Sebagai kesimpulan, situasi di Selat Hormuz masih sangat tidak stabil dan berpotensi memicu konflik yang lebih luas. AS dan Iran harus berusaha untuk menemukan solusi diplomatik yang dapat mengurangi ketegangan dan memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *