GemaWarta – 03 Agustus 2026 | Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, menyatakan kesediaannya untuk berkunjung ke Korea Utara jika diminta Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, dalam rangka membuka dialog dengan Pyongyang. Pernyataan ini disampaikan Prabowo saat mengumpulkan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat, 31 Juli 2026.
Menurut Prabowo, Presiden Lee Jae Myung telah meminta kesediaannya untuk berkunjung ke Korea Utara dalam rangka membuka ruang dialog dengan Pyongyang. Prabowo mengungkapkan bahwa ia dengan hormat dan rela akan berangkat ke Korea Utara jika diminta oleh Presiden Lee.
Kantor Kepresidenan Korea Selatan, atau Blue House, menyatakan bahwa pemerintah Korea Selatan selama ini terus menjajaki kerja sama dengan negara-negara sahabat, termasuk Indonesia, terkait hubungan dengan kedua Korea. Pemerintah Korea Selatan berpandangan bahwa negara-negara yang memiliki hubungan baik dengan Korea Selatan dan Korea Utara, termasuk Indonesia, dapat berperan secara konstruktif dalam mewujudkan perdamaian dan kehidupan berdampingan di Semenanjung Korea.
Indonesia memiliki hubungan diplomatik dengan Korea Selatan sekaligus Korea Utara, sehingga diharapkan dapat memainkan peran penting dalam mendorong dialog dan kerja sama antara kedua negara. Kementerian Luar Negeri Indonesia menegaskan bahwa Indonesia siap mengintensifkan diplomasi untuk mendorong dialog dan kerja sama di Semenanjung Korea.
Presiden Prabowo Subianto juga menyatakan bahwa Indonesia memandang stabilitas dan perdamaian di Semenanjung Korea sebagai kepentingan strategis bagi kawasan. Indonesia terus mengikuti secara saksama perkembangan situasi di Semenanjung Korea dan secara konsisten mendorong terciptanya perdamaian melalui pembangunan kepercayaan dan keyakinan strategis dengan seluruh pihak terkait.
Dalam upaya mendorong perdamaian di Semenanjung Korea, Indonesia juga melakukan kerja sama dengan negara-negara lain, termasuk Korea Selatan. Universitas Muhammadiyah Makassar, misalnya, memperluas jejaring akademik global melalui penandatanganan dokumen kerja sama dengan Seoul National University, Korea Selatan, dan Ifugao State University, Filipina.
Kerja sama tersebut membuka peluang pengembangan mobilitas mahasiswa dan dosen, penelitian kolaboratif, kuliah bersama, penjaminan mutu, program internasional, serta penguatan kapasitas kelembagaan. Rektor Unismuh Makassar, Abd Rakhim Nanda, mengatakan bahwa internasionalisasi menjadi salah satu prioritas strategis dalam pengembangan universitas.
Dalam kesimpulan, upaya Presiden Prabowo Subianto untuk membuka dialog dengan Korea Utara merupakan langkah penting dalam mendorong perdamaian di Semenanjung Korea. Dukungan dari Indonesia dan negara-negara lain dapat membantu menciptakan perdamaian dan kehidupan berdampingan di kawasan tersebut.











