BERITA

Muhaimin Iskandar Perkuat Kerja Sama Ketenagakerjaan Indonesia-Jepang

×

Muhaimin Iskandar Perkuat Kerja Sama Ketenagakerjaan Indonesia-Jepang

Share this article
Muhaimin Iskandar Perkuat Kerja Sama Ketenagakerjaan Indonesia-Jepang
Muhaimin Iskandar Perkuat Kerja Sama Ketenagakerjaan Indonesia-Jepang

GemaWarta – 30 Juli 2026 | Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Kehakiman Jepang Hiraguchi Hiroshi membahas penguatan kerja sama ketenagakerjaan kedua negara sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di pasar kerja global.

Kerja sama ini bukan sekadar membuka akses pekerjaan di luar negeri, tetapi juga membangun sumber daya manusia Indonesia yang kompeten, terlindungi, dan mampu bersaing di tingkat global, kata Menko Muhaimin Iskandar.

🔖 Baca juga:
Bahlil Golkar Bebas Ganti Ketum tiap Munas, Sementara PKB dan PKS Dukung Usulan KPK Pembatasan Masa Jabatan Ketum

Kedua negara membahas percepatan penyelesaian Memorandum of Cooperation (MoC) Employment Skill Development Program (ESDP) serta perpanjangan MoC Specified Skilled Worker (SSW) sebagai landasan hukum penguatan kerja sama ketenagakerjaan Indonesia dan Jepang.

Indonesia juga mengusulkan agar mekanisme transisi peserta Employment Skill Development Program (ESDP) menuju skema Specified Skilled Worker (SSW) dirumuskan secara lebih jelas dan transparan sehingga memberikan kepastian bagi para pekerja Indonesia yang ingin meningkatkan jenjang kariernya di Jepang.

Menko Muhaimin juga memperkenalkan program SMK Go Global, yaitu program yang dipersiapkan pemerintah untuk mencetak lulusan SMK yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja internasional, termasuk Jepang.

Penguatan kompetensi sejak bangku pendidikan menjadi kunci agar generasi muda Indonesia tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai negara.

Indonesia juga menyampaikan harapan agar Pemerintah Jepang dapat mempertimbangkan skema fasilitasi biaya visa bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang berangkat melalui jalur resmi.

Langkah tersebut dinilai penting agar biaya penempatan tetap terjangkau dan semakin banyak masyarakat yang memilih jalur penempatan yang legal, aman, dan terlindungi.

🔖 Baca juga:
Pemerintah Siap Menghadapi Tantangan Ekonomi dan Sosial di Tahun 2026

Indonesia turut mendorong optimalisasi infrastruktur Test Center SSW, khususnya di daerah-daerah dengan jumlah calon pekerja migran terbesar.

Upaya ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap sertifikasi kompetensi yang menjadi salah satu syarat bekerja di Jepang.

Menko Muhaimin menegaskan Kemenko PM akan terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna memastikan kerja sama internasional mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Yang ingin kita bangun bukan hanya akses bekerja di luar negeri, tetapi sebuah ekosistem pemberdayaan yang menghasilkan tenaga kerja Indonesia yang terampil, terlindungi, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarganya, kata Muhaimin Iskandar.

Kesimpulan, kerja sama ketenagakerjaan Indonesia-Jepang diharapkan dapat membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi pekerja Indonesia dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di pasar kerja global.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *