Nasional

Generasi Muda Diminta Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju, Kata Wamendagri Bima Arya

×

Generasi Muda Diminta Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju, Kata Wamendagri Bima Arya

Share this article
Generasi Muda Diminta Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju, Kata Wamendagri Bima Arya
Generasi Muda Diminta Siap Pimpin Indonesia Menuju Negara Maju, Kata Wamendagri Bima Arya

GemaWarta – 05 Mei 2026 | Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam memimpin Indonesia menuju status negara maju. Dalam sambutannya di Platinum Hotel and Convention Hall Balikpapan, Bima Arya menyoroti tiga tantangan utama yang dihadapi kepala daerah: dinamika geopolitik global, kebijakan nasional yang terus berubah, serta ekspektasi publik yang semakin tinggi.

Ia mengingatkan bahwa menjadi kepala daerah tidak lagi sekadar memegang jabatan, melainkan memerlukan kemampuan adaptif, keterampilan teknis, dan kepercayaan publik. “Cerdas saja tidak cukup, harus terampil, cepat, dan handal,” ujarnya, menekankan bahwa kehandalan (trust) menjadi kunci dalam mengelola sumber daya dan kebijakan.

🔖 Baca juga:
TikTok Tutup 780 Ribu Akun Anak di Bawah 16 Tahun, Patuh PP TUNAS dan Dorong Platform Lain Ikuti

Bima Arya juga mengajak generasi muda untuk mempersiapkan diri sejak dini. Menurutnya, kesiapan kepemimpinan dapat dibangun melalui pendidikan politik, pengalaman organisasi, serta keterlibatan dalam program inovasi daerah. Ia mencontohkan beberapa inisiatif yang telah berhasil menggerakkan ekonomi lokal, seperti optimalisasi Pengelolaan Reklame, sistem parkir pintar, dan kemitraan strategis dengan sektor swasta yang meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Berikut adalah tiga langkah konkret yang disarankan Bima Arya untuk mempersiapkan generasi muda menjadi pemimpin masa depan:

🔖 Baca juga:
Hari Jumat 17 April 2026: Penjelasan Lengkap dan Hubungannya dengan Peringatan Nasional
  • Pendidikan kepemimpinan adaptif: Kurikulum yang mengintegrasikan ilmu politik, ekonomi, serta teknologi digital.
  • Pengalaman praktis: Program magang di kantor pemerintah daerah, serta proyek-proyek komunitas yang menuntut penyelesaian masalah nyata.
  • Inovasi berkelanjutan: Dukungan bagi startup lokal, pengembangan ekosistem teknologi, serta mekanisme pendanaan yang mudah diakses.

Di sisi lain, para kepala daerah yang hadir dalam forum tersebut juga berbagi praktik terbaik. Gubernur Kalimantan Selatan, Muhidin, memaparkan program SITI HAWA LARI yang mengintegrasikan peternakan itik di lahan rawa dan kering, meningkatkan pendapatan petani dan nelayan. Bupati Sukamara, H. Masduki, menyoroti upaya pengendalian inflasi melalui sidak pasar, Gerakan Pangan Murah bersama Bulog, serta subsidi BBM bagi nelayan.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia untuk menurunkan angka pengangguran. Program pelatihan keterampilan, pemagangan, serta forum komunikasi antara lembaga pelatihan dan industri menjadi fokus utama.

🔖 Baca juga:
Mengenal Lebih Dekat Panglima Kopassus Djon Afriandi: Kiprah, Kontroversi, dan Sinergi Baru dengan Bogor

Keseluruhan, Bima Arya menekankan bahwa sinergi lintas sektor, baik formal maupun informal, harus diarahkan pada isu-isu strategis yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat. “Targetnya adalah agenda konkret yang dapat diturunkan menjadi aksi nyata,” ujarnya.

Dengan menyiapkan generasi muda yang terdidik, terampil, dan terpercaya, Indonesia dapat memperkuat fondasi kepemimpinan yang mampu mengatasi tantangan global sekaligus mempercepat transformasi menuju negara maju.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *