GemaWarta – 05 Mei 2026 | BMKG memperingatkan warganya tentang potensi cuaca ekstrem yang akan melanda sebagian besar wilayah Indonesia antara 3 hingga 8 Mei 2026. Fenomena atmosfer global seperti Gelombang Rossby Ekuatorial, Madden‑Julian Oscillation (MJO) fase 2, serta gelombang Kelvin diproyeksikan memperkuat konveksi, menghasilkan hujan lebat, petir, dan angin kencang.
Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah II, Hartanto, menjelaskan bahwa aktifnya gelombang Rossby di sekitar ekuator menimbulkan perlambatan aliran angin di barat Jawa, sementara MJO mengalir dari Samudra Hindia ke wilayah Indonesia. Kombinasi ini meningkatkan pertumbuhan awan konvektif secara cepat, khususnya di provinsi Banten, DKI Jakarta, serta sebagian Jawa Barat.
BMKG membagi periode potensi cuaca buruk menjadi dua fase. Fase pertama, 3–5 Mei, mencakup potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat, disertai kilat, petir, dan angin kencang yang dapat melanda seluruh wilayah Provinsi Banten. Pada fase kedua, 6–8 Mei, intensitas hujan masih berada pada level sedang hingga lebat, dengan fokus wilayah Pandeglang, Lebak, dan Kabupaten Tangerang.
Selain Banten, beberapa wilayah lain juga termasuk dalam zona berisiko. Daerah‑daerah yang diperkirakan akan mengalami hujan lebat antara 5‑7 Mei meliputi Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung, Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, serta hampir seluruh wilayah Kalimantan dan Sulawesi. Pada periode 8‑11 Mei, ancaman meluas ke Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Jawa Tengah, dan sebagian besar wilayah Papua.
Data curah hujan pada 5‑6 Mei menunjukkan nilai tertinggi di Sulawesi Selatan (118,4 mm/hari), diikuti Maluku (99,0 mm/hari), Bali (90,3 mm/hari), Gorontalo (81,2 mm/hari), Papua (76,8 mm/hari), dan Papua Barat (63,6 mm/hari). Angin kencang diprediksi mencapai kecepatan 15 knot di sekitar bibit siklon 92W yang berada di Samudra Pasifik utara Papua, dengan tekanan minimum 1008 hPa.
Untuk meminimalisir dampak, BMKG mengimbau masyarakat memastikan saluran drainase tidak tersumbat, menghindari perjalanan ke daerah rawan banjir atau longsor saat hujan deras, serta menyiapkan barang berharga di tempat yang lebih tinggi. Penggunaan pelindung matahari dan asupan cairan yang cukup juga disarankan, mengingat suhu maksimum harian masih tinggi di wilayah Kalimantan Timur (37,1 °C) dan beberapa provinsi lainnya.
Berikut daftar wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan pada fase pertama (3‑5 Mei):
Daftar wilayah pada fase kedua (6‑8 Mei):
- Pandeglang (Banten)
- Lebak (Banten)
- Kabupaten Tangerang (Banten)
- Bagian selatan Jawa Barat
BMKG menekankan pentingnya pemantauan terus‑menerus melalui aplikasi InfoBMKG atau akun media sosial resmi @bmkgwilayah2. Informasi real‑time akan membantu masyarakat mengambil keputusan yang tepat, terutama ketika kondisi berubah secara cepat.
Secara keseluruhan, cuaca ekstrem ini dipicu oleh dinamika atmosfer yang kompleks, namun dengan kesiapan dan kepatuhan pada rekomendasi BMKG, dampak bencana hidrometeorologi dapat diminimalisir. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, namun tidak lengah, serta terus mengikuti pembaruan resmi guna melindungi diri, keluarga, dan harta benda.









