GemaWarta – 23 April 2026 | Menjelang peringatan Hari Kartini 2026, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menegaskan kembali komitmennya dalam memberdayakan perempuan melalui program Srikandi Movement. Inisiatif ini telah menjangkau lebih dari empat puluh ribu wanita di 140 lokasi across Indonesia, mengubah peran tradisional menjadi peluang ekonomi yang nyata.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menekankan bahwa peran PLN tidak hanya terbatas pada penyediaan listrik, melainkan juga sebagai agen perubahan sosial. “Melalui Srikandi Movement, kami berupaya menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, terutama perempuan dan kelompok rentan,” ujarnya dalam pernyataan tertulis yang diterima media.
Program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) ini dibangun di atas lima pilar utama yang mencakup pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dan pengembangan kapasitas. Kelima inisiatif tersebut meliputi:
- Srikandi Goes to School/Campus – meningkatkan literasi dan wawasan melalui kegiatan ekstra kurikuler, telah menjangkau 5.102 peserta serta 240 tenaga pendidik di 60 lokasi.
- Srikandi Sahabat Anak – fokus pada hak dan kesejahteraan anak melalui edukasi, pendampingan, dan bantuan kebutuhan dasar.
- Women Support Women – program unggulan yang membantu 1.296 perempuan melalui 36 kelompok usaha, dengan Social Return on Investment (SROI) mencapai 5,79 pada tahun 2025.
- Srikandi Care – menyediakan layanan kesehatan preventif dan promotif bagi perempuan dan keluarganya.
- Inspiring Srikandi – menyelenggarakan pelatihan kepemimpinan dan pengembangan diri untuk memperkuat kepercayaan diri perempuan.
Keberhasilan inisiatif Women Support Women tercermin dalam indeks kepuasan masyarakat (IKM) yang mencapai 89,5, menandakan dampak positif yang dirasakan secara luas. Peserta tidak hanya mendapatkan akses permodalan, tetapi juga pendampingan teknis, pelatihan keterampilan, dan jaringan pasar yang memperluas peluang bisnis mereka.
Kamia Handayani, Ketua Harian Srikandi PLN, menambahkan bahwa program ini bersifat berkelanjutan. “Kami tidak hanya memberikan bantuan sesaat, melainkan investasi kemanusiaan yang terukur,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa pemberdayaan perempuan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional, sekaligus memperkuat ketahanan sosial.
Selain aspek ekonomi, Srikandi Movement juga menitikberatkan pada edukasi energi berkelanjutan. Melalui modul pembelajaran di sekolah, peserta diajarkan tentang efisiensi energi, penggunaan energi terbarukan, dan pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab.
Program ini didukung oleh kolaborasi lintas sektor, termasuk kemitraan dengan lembaga pendidikan, organisasi non‑profit, serta pihak swasta. Pendekatan integratif tersebut memungkinkan penyebaran pengetahuan dan sumber daya secara merata, terutama di daerah‑daerah terpencil yang selama ini kurang terlayani.
Dalam rangka meningkatkan visibilitas dan partisipasi masyarakat, PLN menggelar serangkaian acara pendampingan, seperti workshop kepemimpinan, pelatihan digital, serta bazaar produk wanita yang diproduksi oleh penerima manfaat. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang promosi produk lokal, tetapi juga memperkuat jaringan ekonomi komunitas.
Dengan target akhir tahun 2026, PLN berharap Srikandi Movement dapat menjangkau lebih dari 60.000 perempuan, memperluas cakupan geografis ke provinsi‑provinsi yang belum tercover, serta meningkatkan nilai SROI pada semua program menjadi di atas 6,0. Keberhasilan ini diharapkan akan menjadi contoh bagi perusahaan BUMN lain dalam mengintegrasikan tanggung jawab sosial dengan strategi bisnis.
Semangat R.A. Kartini, yang mengedepankan pendidikan dan kemandirian perempuan, kini terwujud dalam aksi konkret melalui Srikandi Movement. PLN menegaskan bahwa setiap langkah kecil yang diambil perempuan akan berdampak besar bagi kemajuan bangsa, sejalan dengan visi Indonesia maju yang inklusif.











