BERITA

Operasi Besar‑besaran Pemprov DKI: Penangkapan Ikan Sapu‑sapu Mengguncang Ekosistem Jakarta

×

Operasi Besar‑besaran Pemprov DKI: Penangkapan Ikan Sapu‑sapu Mengguncang Ekosistem Jakarta

Share this article
Operasi Besar‑besaran Pemprov DKI: Penangkapan Ikan Sapu‑sapu Mengguncang Ekosistem Jakarta
Operasi Besar‑besaran Pemprov DKI: Penangkapan Ikan Sapu‑sapu Mengguncang Ekosistem Jakarta

GemaWarta – 18 April 2026 | Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meluncurkan operasi bersih‑bersih kali secara serentak pada Jumat, 17 April 2026, dengan target utama menyingkirkan ikan sapu‑sapu yang dianggap spesies invasif. Operasi yang melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP), Satpol PP, serta satuan tugas oranye berhasil mengumpulkan total 68.880 ekor ikan sapu‑sapu dengan berat keseluruhan sekitar 6,98 ton.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar aksi kebersihan, melainkan upaya penting untuk melindungi keseimbangan ekosistem sungai yang selama ini terganggu oleh pertumbuhan populasi ikan sapu‑sapu yang cepat. Ia menambahkan bahwa spesies ini berasal dari Amerika Selatan dan memiliki kemampuan beradaptasi tinggi, sehingga dapat mengalahkan ikan asli dalam persaingan makanan dan ruang hidup.

🔖 Baca juga:
Jakarta Timur Tangkap 763 Kg Ikan Sapu-sapu, Operasi Serentak Dihentikan Secara Masif

Ketua Komisi D DPRD DKI, Ida Mahmudah, juga menyuarakan keprihatinannya terkait konsumsi ikan sapu‑sapu oleh pedagang makanan jalanan. Menurutnya, meski ikan ini mengandung gizi, konsumsi berlebih dapat menyebabkan keracunan, mual, diare, bahkan muntah. Ia menekankan pentingnya pemusnahan total agar tidak beredar di pasar tradisional.

Data resmi yang dirilis oleh Kepala Dinas KPKP, Hasudungan A. Sidabalok, menguraikan distribusi hasil tangkapan per wilayah:

Wilayah Jumlah Ekor Berat (ton)
Jakarta Selatan (Setu Babakan) 63.600 5,30
Jakarta Timur 4.128 0,83
Jakarta Pusat 536 0,57
Jakarta Utara 545 0,27
Jakarta Barat 71 0,02

Lokasi penangkapan terbesar berada di Pintu Air Outlet Setu Babakan, Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. Di sana, petugas menurunkan jaring lebar dan memancing secara intensif pada pukul 07.30 hingga 11.00 WIB. Sementara itu, di wilayah Jakarta Pusat, operasi difokuskan pada saluran penghubung (PHB) Setu Babakan, menghasilkan 576 ekor yang kemudian dimusnahkan.

🔖 Baca juga:
Gubernur DKI Pramono Anung Angkat Suara, Preman Palak Sopir Bajaj di Tanah Abang Ditangkap Polres Metro

Setelah penangkapan, seluruh ikan sapu‑sapu yang ditangkap dimatikan dan dikubur di lahan terbuka. Pemerintah juga mengevaluasi potensi pemanfaatan limbah ikan sebagai pupuk organik, namun prioritas utama tetap pada pengendalian populasi.

Reaksi masyarakat pun beragam. Seorang pemancing bernama Marno, yang berada di Setu Babakan pada hari operasi, melaporkan bahwa jaringnya hampir penuh dengan ikan sapu‑sapu. “Dari tadi saya dapat 14 ekor, biasanya jauh lebih banyak,” ungkapnya. Ia menilai upaya pemerintah telah mengurangi intensitas penangkapan pada masa mendatang.

Di kawasan Plaza Indonesia, Kali Cideng tetap menunjukkan jejak ikan sapu‑sapu meski telah dibersihkan sebelumnya. Pada 10 April, tim gabungan berhasil menangkap 41 ekor, namun pemantauan pada 18 April masih menemukan beberapa ekor yang tersisa. Hal ini menegaskan bahwa kontrol berkelanjutan diperlukan untuk mencegah repopulasi.

🔖 Baca juga:
Tiang Pemancar Jatuh Hantam Dua Rumah di Jakarta Barat, Kabel Optik Tumpuk Jadi Pemicu Kecelakaan Besar

Secara keseluruhan, operasi ini menandai langkah tegas pemerintah DKI dalam mengatasi spesies invasif yang mengancam keberlanjutan ekosistem perkotaan. Upaya pemusnahan, edukasi publik, serta penegakan regulasi konsumsi ikan sapu‑sapu diharapkan dapat menurunkan risiko kesehatan dan melindungi keanekaragaman hayati sungai-sungai Jakarta.

Kesimpulannya, penangkapan masif ikan sapu‑sapu pada bulan April 2026 berhasil mengurangi populasi secara signifikan, khususnya di Jakarta Selatan. Namun, keberlanjutan pengendalian memerlukan pemantauan rutin, kolaborasi antar‑instansi, dan partisipasi aktif masyarakat untuk memastikan ekosistem sungai tetap lestari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *