GemaWarta – 01 Agustus 2026 | Presiden Prabowo Subianto baru-baru ini memberikan amanat kepada 1.204 Pamong Praja Muda lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII. Dalam amanatnya, Presiden Prabowo mengingatkan bahwa para pamong praja muda harus senantiasa mencintai tanah air, memegang teguh Pancasila, dan selalu berpihak pada rakyat.
Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya menjaga persatuan sebagai satu keluarga besar Indonesia, tanpa kesetiaan yang sempit pada suku, agama, ras, maupun etnis tertentu. Ia menegaskan bahwa semua elemen bangsa adalah saudara, dan Pancasila beserta UUD 1945 menjadi pegangan yang murni mencerminkan suara kemerdekaan dan cita-cita para pendiri bangsa.
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, juga menyampaikan bahwa lulusan IPDN banyak diminati oleh kepala daerah karena mereka memiliki kemampuan akademik, disiplin, integritas, dan kepemimpinan yang baik. Tito mengatakan bahwa pemerintah telah melaksanakan proses seleksi yang ketat untuk memilih lulusan IPDN, dan hanya sekitar 1.204 orang yang berhasil menyelesaikan pendidikan selama empat tahun.
Tito juga mengusulkan agar partai-partai politik menyekolahkan calon kepala daerah sebelum mereka bertarung di Pilkada. Ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas kepala daerah, terutama karena tidak semua kepala daerah memiliki latar belakang birokrat.
Sekolah kedinasan 2026 juga siap dibuka, dengan dua instansi yang memiliki jenjang Tukin terbesar. Badan Kepegawaian Negara (BKN) memastikan pendaftaran sekolah kedinasan 2026 akan segera dibuka, dan telah mengumumkan sembilan kementerian dan lembaga yang membuka sekolah kedinasan pada tahun ini.
Dalam rangka memperkuat kemampuan kepala daerah, Tito mengusulkan agar mereka memperoleh pembinaan secara berkala setelah dilantik. Pembinaan dapat dilakukan setiap enam bulan melalui Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), maupun lembaga lain.
Presiden Prabowo menaruh harapan besar agar para pamong praja muda menjaga nama baik keluarga dan almamater, menjadi aparatur yang membanggakan seluruh rakyat Indonesia, serta berdedikasi penuh dalam mengabdi bagi bangsa dan negara di manapun mereka bertugas.











