GemaWarta – 18 Juli 2026 | Perdana Menteri Bangladesh yang terguling, Sheikh Hasina, berencana untuk kembali ke negaranya pada bulan Desember, meskipun menghadapi hukuman mati. Rencana kembalinya Hasina ini dapat memicu kembali persaingan antara partainya, Awami League, yang dibubarkan, dan partai pemerintah, Bangladesh Nationalist Party (BNP), serta dapat membatasi kekuatan partai Islamis.
Jamaat-e-Islami, partai Islamis terbesar di Bangladesh, mendesak pemerintah untuk mengadakan sidang Dewan Reformasi Konstitusi di parlemen. Sekretaris Jenderal Jamaat-e-Islami, Mia Golam Porwar, mengatakan bahwa pemerintah harus mengadakan sidang Dewan Reformasi Konstitusi di parlemen dan mengimplementasikan reformasi konstitusi berdasarkan hasil referendum.
Sementara itu, penulis Bangladesh, Taslima Nasrin, yang telah menghabiskan waktu 19 tahun di pengasingan, berencana untuk kembali ke Kolkata, India, pada bulan Agustus. Kembalinya Nasrin ini diharapkan dapat memicu perdebatan tentang fundamentalisme dan sekularisme di India dan Bangladesh.
Kedatangan Nasrin ini juga diharapkan dapat mempengaruhi politik di Bangladesh, terutama dalam konteks persaingan antara Awami League dan BNP. Suvendu Adhikari, Menteri Utama Bengal Barat, diharapkan hadir dalam acara yang diadakan oleh beberapa organisasi, termasuk Secular Mission dan Human Rights Bangla Book Fair Forum.
Porwar juga menegaskan bahwa Jamaat-e-Islami tidak akan membiarkan pemerintah memaksakan kehendaknya tanpa perlawanan. Ia mengatakan bahwa partainya akan terus memperjuangkan hak-hak rakyat dan memastikan bahwa pemerintah bertanggung jawab atas tindakannya.
Dalam beberapa tahun terakhir, Bangladesh telah mengalami ketegangan politik yang meningkat, terutama setelah jatuhnya pemerintahan Hasina. Rencana kembalinya Hasina dan kedatangan Nasrin ini diharapkan dapat memicu perdebatan tentang masa depan politik di Bangladesh.











