Politik

Muktamar NU 2026: Persiapan dan Calon Ketua Umum PBNU

×

Muktamar NU 2026: Persiapan dan Calon Ketua Umum PBNU

Share this article
Muktamar NU 2026: Persiapan dan Calon Ketua Umum PBNU
Muktamar NU 2026: Persiapan dan Calon Ketua Umum PBNU

GemaWarta – 20 Juli 2026 | Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) ke-35 akan diselenggarakan di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada 27-31 Agustus 2026. Dalam rangkaian acara tersebut, terdapat beberapa hal menarik yang patut untuk diperhatikan, termasuk logo Muktamar ke-35 NU yang merupakan karya M. Shofa Ulul Azmi, seorang alumnus Pondok Pesantren Langitan, Widang, Tuban.

Logo tersebut memiliki filosofi yang mendalam, merepresentasikan kepemimpinan di tubuh Nahdlatul Ulama. Menurut Shofa, logo itu berawal dari sketsa kasar yang kemudian membentuk dua lingkaran sebagai konstruksi utamanya, melambangkan hubungan yang saling menguatkan antara Syuriah dan Tanfidziyah sebagai dua pilar utama kepemimpinan NU.

🔖 Baca juga:
Ketua Umum: HKI Siap Fasilitasi Investasi Rusia dan Pemilihan Ketua Umum PBNU

Selain itu, terdapat beberapa calon ketua umum PBNU yang telah mengumumkan diri untuk maju dalam muktamar tersebut. Salah satunya adalah KH Yahya Cholil Staquf, yang menyatakan kesiapannya untuk kembali maju sebagai calon ketua umum PBNU. Ia meminta dukungan dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Banten dan menyatakan bahwa ia ingin menuntaskan berbagai agenda strategis yang telah dijalankan selama hampir lima tahun memimpin PBNU.

Di sisi lain, terdapat juga dukungan untuk calon ketua umum lainnya, seperti KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf, yang dinilai memiliki kapasitas untuk mengemban amanah sebagai ketua umum PBNU. Sebanyak 22 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Jawa Tengah menyatakan dukungan kepada Gus Yusuf untuk maju sebagai calon ketua umum PBNU.

🔖 Baca juga:
Muktamar NU ke-35 di Jombang: Sebuah Momentum Penting bagi Umat Islam

Perlu diingat bahwa terdapat aturan organisasi yang melarang pejabat yang masih menjabat sebagai menteri untuk maju sebagai calon ketua umum maupun wakil ketua umum PBNU. Hal ini ditegaskan oleh Ketua Steering Committee (SC) Muktamar NU ke-35, KH Ahmad Said Asrori, yang menyatakan bahwa perubahan terhadap ketentuan tersebut hanya bisa dilakukan melalui revisi AD/ART dalam forum Muktamar.

Dalam muktamar tersebut, diharapkan dapat terpilih ketua umum PBNU yang dapat memimpin organisasi dengan baik dan menjalankan program-program strategis yang telah dirancang. Dengan demikian, Nahdlatul Ulama dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

🔖 Baca juga:
Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah: Momentum Refleksi dan Evaluasi Bersama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *