GemaWarta – 14 Juli 2026 | Suhu udara di berbagai wilayah dunia mengalami fluktuasi ekstrem dalam beberapa hari terakhir. Di Indonesia, wilayah Jawa Timur mengalami cuaca yang cukup bervariasi, dengan suhu udara berkisar antara 12 hingga 33 derajat Celsius. Kota Batu menjadi wilayah terdingin dengan suhu minimum 12 derajat Celsius, sementara Sidoarjo, Kota Pasuruan, dan Kota Surabaya mencatat suhu tertinggi hingga 33 derajat Celsius.
Di sisi lain, Amerika Serikat (AS) dilanda gelombang panas ekstrem yang memecahkan rekor suhu di beberapa kota. Pada Minggu, 12 Juli 2026, suhu udara di Salt Lake City, ibu kota negara bagian Utah, dan Billings, kota terbesar di Montana, mencapai 43 derajat Celsius, melampaui rekor sebelumnya sebesar 42 derajat Celsius.
Wilayah lain yang terkena dampak suhu ekstrem adalah Eropa Barat, yang baru saja mencatat bulan Juni terpanas sepanjang sejarah pencatatan. Lebih dari 1.300 orang meninggal dunia di Eropa akibat cuaca ekstrem ini.
Di Indonesia, beberapa wilayah juga mencatat suhu udara panas sepanjang sepekan terakhir. Kabupaten Pidie menjadi yang terpanas dengan suhu maksimum menyentuh 35,0 derajat Celsius pada Sabtu, 11 Juli 2026. Rata-rata suhu puncak di sepuluh wilayah terpanas berada di kisaran 30,6 derajat Celsius.
Suhu ekstrem juga terjadi di dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah, yang dikenal dengan fenomena bediding. Pada musim kemarau, udara di dataran tinggi ini dapat sangat dingin, dengan suhu mencapai 0 derajat Celsius. Beberapa spot populer untuk menikmati bediding di Dieng antara lain Bukit Sikunir, Telaga Cebong, Batu Pandang Ratapan Angin, dan Telaga Warna.
Kondisi cuaca ekstrem ini memperburuk kebakaran hutan besar yang masih berkobar di beberapa wilayah. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan memantau pembaruan cuaca secara berkala. Selain itu, penting untuk melengkapi diri dengan alat-alat pelindung dari sengatan matahari dan mengkonsumsi air putih sesuai anjuran.
Kesimpulan, suhu ekstrem yang melanda berbagai wilayah dunia ini menunjukkan bahwa perubahan iklim telah menjadi ancaman serius bagi kehidupan manusia. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran dan mengambil tindakan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan melindungi lingkungan.











