GemaWarta – 18 April 2026 | Jakarta, 17 April 2026 – Shell Indonesia resmi menunjuk Andri Pratiwa sebagai Presiden Direktur dan Country Chair mulai 1 Mei 2026, menggantikan Ingrid Siburian yang akan beralih menjadi General Manager Mobility. Penunjukan ini menandai langkah strategis perusahaan energi asal Belanda dalam mengalihkan fokus bisnisnya di Indonesia.
Andri Pratiwa, yang selama ini menjabat sebagai General Manager Lubricants Indonesia, akan tetap memimpin divisi pelumas sambil mengemban tugas tertinggi perusahaan di tanah air. Dalam pernyataannya, ia menyampaikan, “Shell Indonesia tengah memasuki tahap baru dengan berbagai peluang, dan saya berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk memimpin perusahaan dalam upaya pertumbuhan serta memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia.”
Transisi kepemimpinan ini beriringan dengan proses penjualan jaringan stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) Shell di Indonesia. Pada pertengahan tahun 2025, Shell menjual sekitar 200 SPBU, termasuk 160 unit milik sendiri, kepada perusahaan patungan antara Citadel Pacific Limited dan Sefas Group Indonesia. Penjualan ini merupakan bagian dari strategi global Shell untuk menyederhanakan portofolio bisnis hilir dan memusatkan kembali sumber daya pada lini yang lebih menguntungkan.
Selama masa transisi, operasional SPBU tetap berjalan normal. Vice President Corporate Relations Shell Indonesia, Susi Hutapea, menjelaskan bahwa layanan bahan bakar akan terus diberikan melalui perjanjian lisensi merek, meski kepemilikan fisik berpindah ke pihak baru. Susi menegaskan, “Kami tetap berkomitmen menjalankan operasi yang aman, andal, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan.”
Fokus utama Andri di bawah kepemimpinan barunya adalah pengembangan bisnis pelumas. Shell Indonesia berencana memperkuat investasi di fasilitas produksi pelumas, termasuk pengoperasian Pabrik Manufaktur Gemuk (Grease) yang melengkapi pabrik pelumas di Marunda, Jakarta Utara. Kapasitas produksi pabrik pelumas mencapai 300 juta liter per tahun, sementara pabrik gemuk direncanakan menghasilkan 2.000 ton per tahun.
- Investasi pada fasilitas pelumas di Marunda.
- Peningkatan kapasitas produksi gemuk (grease) untuk mendukung pasar otomotif dan industri.
- Penguatan jaringan distribusi melalui kemitraan dengan pemasok lokal dan internasional.
- Kolaborasi erat dengan pemerintah, pelanggan, dan masyarakat untuk menciptakan nilai berkelanjutan.
Selain itu, terminal bahan bakar Shell di Gresik, Jawa Timur, tetap beroperasi seperti biasa, memastikan pasokan bahan bakar tetap stabil bagi konsumen nasional. Sementara itu, Ingrid Siburian, yang akan memimpin divisi Mobility, akan memastikan kelancaran operasional dan mendukung proses transisi kepemimpinan.
Langkah strategis Shell ini sejalan dengan dinamika pasar energi Indonesia, di mana permintaan pelumas diproyeksikan terus meningkat seiring pertumbuhan sektor otomotif dan industri manufaktur. Dengan mengalihkan sumber daya dari jaringan SPBU ke lini pelumas, Shell berupaya meningkatkan margin keuntungan serta memperkuat posisi kompetitifnya di pasar domestik.
Secara keseluruhan, perubahan kepemimpinan dan restrukturisasi bisnis ini diharapkan dapat menstimulasi pertumbuhan berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja baru di sektor manufaktur, serta memberikan nilai tambah bagi pemangku kepentingan di seluruh Indonesia.









