Bisnis

Ruben Onsu Jadi Korban Penipuan Bisnis Mukena Rp5,5 Miliar: Identitas Pelaku Terungkap

×

Ruben Onsu Jadi Korban Penipuan Bisnis Mukena Rp5,5 Miliar: Identitas Pelaku Terungkap

Share this article
Ruben Onsu Jadi Korban Penipuan Bisnis Mukena Rp5,5 Miliar: Identitas Pelaku Terungkap
Ruben Onsu Jadi Korban Penipuan Bisnis Mukena Rp5,5 Miliar: Identitas Pelaku Terungkap

GemaWarta – 22 April 2026 | Jakarta, 22 April 2026 – Seorang selebriti dan pengusaha muda, Ruben Onsu, mengungkap bahwa dirinya menjadi korban penipuan bisnis mukena senilai Rp5,5 miliar menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Menurut kuasa hukum Minola Sebayang, penipuan ini dilakukan oleh seorang pria bernama Philipus Suprihatin yang menghilang setelah menerima sejumlah dana melalui transfer ke rekening pribadi dan rekening perusahaan yang diklaim milik PT Venteny Fortuna Indo.

Ruben pertama kali diperkenalkan kepada Philipus oleh seorang teman bisnis pada awal Maret 2026. Teman tersebut meyakinkan Ruben bahwa Philipus memiliki jaringan luas dengan produsen mukena skala besar, sehingga cocok untuk memanfaatkan momentum lebaran. Ruben, yang melihat peluang pasar perlengkapan ibadah, setuju untuk menjalin kerja sama dengan nilai kontrak sekitar Rp5,5 miliar, dengan pembagian keuntungan 60:40.

🔖 Baca juga:
Kolaborasi Indosat BTN Dorong Transformasi Layanan Keuangan Digital di Indonesia

Proses transaksi dimulai dengan dua kali transfer uang. Transfer pertama dikirim ke rekening pribadi Philipus, sedangkan transfer kedua diarahkan ke rekening yang terdaftar atas nama PT Venteny Fortuna Indo. Minola Sebayang menjelaskan bahwa Ruben tidak pernah menerima bukti pembayaran resmi dari pihak perusahaan, melainkan hanya foto bukti transfer yang dikirim lewat aplikasi pesan.

Setelah dana dikirim, Philipus menjanjikan bahwa produksi mukena akan segera dimulai karena pabrik membutuhkan uang muka. Namun, jadwal produksi terus ditunda. Pada pertengahan April, Ruben mulai curiga ketika produk tidak juga tiba menjelang Ramadan. Ketika ia menanyakan progres, Philipus mengirimkan pesan yang diklaim berasal dari admin perusahaan, namun semua pesan tersebut ternyata berasal dari satu nomor yang sama, menimbulkan kecurigaan lebih lanjut.

🔖 Baca juga:
Citra Kirana bayi tabung: Perjuangan Hamil Anak Kedua yang Mengharukan
  • Transfer ke rekening pribadi Philipus
  • Transfer ke rekening PT Venteny Fortuna Indo
  • Janji produksi mukena dalam waktu singkat
  • Penundaan terus-menerus hingga Lebaran lewat
  • Komunikasi hanya melalui pesan WhatsApp yang dipalsukan

Setelah Lebaran, Ruben kembali menghubungi Philipus untuk menuntut penjelasan. Namun, Philipus tidak dapat dihubungi lagi; nomor teleponnya tidak aktif, dan akun media sosialnya dihapus. Minola Sebayang menegaskan bahwa dana yang telah ditransfer tidak pernah sampai ke pabrik, sehingga produksi mukena tidak pernah dimulai.

Kasus ini kini tengah diselidiki oleh aparat kepolisian di Jakarta Selatan. Sebagai langkah awal, Minola Sebayang mengajukan laporan resmi dan menyertakan bukti transfer serta percakapan WhatsApp sebagai bagian dari penyelidikan. Sementara itu, Ruben Onsu mengimbau kepada pelaku usaha lain untuk berhati-hati dalam melakukan kerja sama bisnis, terutama yang melibatkan transfer dana ke rekening pribadi tanpa dokumen legal yang lengkap.

🔖 Baca juga:
Komisi Percepatan Reformasi Polri Selesai, Namun Presiden Prabowo Masih Belum Temui – Apa Selanjutnya?

Penipuan semacam ini menyoroti pentingnya verifikasi legalitas perusahaan, pemeriksaan latar belakang mitra bisnis, dan penggunaan escrow atau pihak ketiga yang netral dalam transaksi besar. Menurut analis keuangan, kasus ini mencerminkan meningkatnya risiko penipuan bisnis di sektor fashion dan perlengkapan ibadah menjelang momen-momen keagamaan, ketika permintaan pasar melonjak drastis.

Ruben Onsu berharap pengungkapan identitas pelaku dapat membantu mengembalikan kepercayaan publik dan mendorong penegakan hukum yang lebih tegas. Ia juga berjanji akan tetap melanjutkan rencana bisnisnya, namun dengan prosedur yang lebih ketat dan transparan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *