GemaWarta – 02 Juli 2026 | Harga Pertamax Turbo di Kalimantan mengalami penurunan. Hal ini diumumkan oleh Pertamina Patra Niaga yang melakukan penyesuaian harga terhadap beberapa jenis bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.
Menurut Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, penyesuaian harga ini merupakan bagian dari evaluasi berkala yang dilakukan oleh Pertamina. Evaluasi ini mengacu pada harga pasar minyak dunia, pertimbangan aspek fiskal, serta daya beli dan perekonomian masyarakat.
Sebelumnya, harga Pertamax Turbo di Kalimantan mencapai Rp21.650 per liter. Namun, setelah penyesuaian harga, harga Pertamax Turbo menjadi Rp19.750 per liter. Sementara itu, harga Pertamina Dex juga mengalami penurunan, dari Rp25.900 per liter menjadi Rp21.650 per liter.
Penurunan harga BBM nonsubsidi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Selain itu, Pertamina juga terus memastikan kualitas produk sesuai spesifikasi sehingga masyarakat memperoleh manfaat optimal.
Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga meyakini bahwa harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax akan segera turun. Hal ini dikarenakan harga minyak dunia yang tengah mengalami pelemahan.
Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) juga mencatat bahwa perekonomian NTB terus menguat. Aktivitas pariwisata terus meningkat, daya beli petani menguat, mobilitas masyarakat semakin tinggi, dan kinerja ekspor sepanjang tahun berjalan tetap tumbuh signifikan.
Nilai Tukar Petani (NTP) NTB pada Juni 2026 meningkat menjadi 130,95, atau naik 0,39 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan harga hasil pertanian yang diterima petani masih lebih tinggi dibandingkan kenaikan biaya produksi maupun kebutuhan rumah tangga petani.
Dalam kesimpulan, penurunan harga Pertamax Turbo dan BBM nonsubsidi lainnya diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Selain itu, perekonomian NTB juga terus menguat dengan meningkatnya aktivitas pariwisata dan daya beli petani.











