Bisnis

Harga Pertamax Turun, Pemerintah Dinilai Jaga Keseimbangan Energi dan Investasi

×

Harga Pertamax Turun, Pemerintah Dinilai Jaga Keseimbangan Energi dan Investasi

Share this article
Harga Pertamax Turun, Pemerintah Dinilai Jaga Keseimbangan Energi dan Investasi
Harga Pertamax Turun, Pemerintah Dinilai Jaga Keseimbangan Energi dan Investasi

GemaWarta – 04 Agustus 2026 | Harga BBM Pertamina terbaru kembali menjadi perhatian masyarakat pada Selasa, 4 Agustus 2026. PT Pertamina (Persero) resmi memberlakukan penyesuaian harga sejumlah BBM nonsubsidi dengan memangkas harga Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamax Green 95.

Sementara itu, harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar dipastikan masih bertahan tanpa perubahan. Penyesuaian harga ini berlaku di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Jawa Tengah yang menggunakan skema harga yang sama dengan wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

🔖 Baca juga:
IHSG Ditutup Naik Tipis, Saham RANS Melonjak Hampir 25 Persen

Turunnya harga tiga jenis BBM nonsubsidi menjadi kabar yang dinantikan para pengguna kendaraan pribadi. Di sisi lain, masyarakat yang menggunakan BBM subsidi tetap dapat membeli Pertalite maupun Biosolar dengan harga yang sama seperti sebelumnya.

Peneliti sekaligus dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti menilai turunnya harga minyak dunia menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk menata aturan. Menurutnya, momentumnya ada di ruang fiskal dan kesempatan menata aturan.

Saat harga minyak sedang tenang, itulah reformasi paling murah dilakukan. Yayan menyampaikan terdapat beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh pemerintah ketika harga minyak dunia melandai, yaitu memanfaatkan jeda untuk menyempitkan selisih tangga subsidi, memulihkan bantalan stok bahan bakar minyak (BBM), serta memperkuat perlindungan tertarget.

Ia menilai transfer kepada rumah tangga rentan yang telah terdaftar di dalam data pemerintah lebih efektif daripada memberikan subsidi kepada komoditas yang bisa dimanfaatkan oleh kelompok mampu. Lebih lanjut, Yayan juga menyampaikan masih terdapat sejumlah risiko yang harus diperhatikan oleh pemerintah sebab dapat mendorong harga BBM kembali melonjak.

🔖 Baca juga:
Pemerintah Lewat Danantara Beli Saham GoTo, Rincian Kepemilikan dan Dampaknya pada Industri Transportasi

Risiko paling nyata, kata dia, terletak pada gejolak geopolitik. Brent menembus 100,17 dolar AS per barel pada 23 Juli, tertinggi sejak Mei. Angka tersebut naik 6,5 persen hanya dalam sehari dari 94,07 dolar AS per barel, akibat ancaman terhadap Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb.

Risiko selanjutnya adalah nilai tukar atau kurs. Yayan mengingatkan bahwa formula harga BBM menggunakan kurs. Setiap pelemahan Rp500 per dolar AS menaikkan harga keekonomian BBM sekitar Rp350 per liter, lebih besar daripada penurunan Rp300 sebagaimana yang baru ditetapkan oleh Pertamina terhadap produk Pertamax.

Pada awal Agustus 2026, Pertamina menetapkan harga Pertamax turun dari Rp16.250 per liter menjadi Rp15.950 per liter. Seorang warga Karanganyar menyebut penurunan harga Pertamax per 1 Agustus 2026 tidak terasa signifikan.

Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Yulisman, mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam menurunkan harga BBM nonsubsidi mulai 1 Agustus 2026.

🔖 Baca juga:
Maskapai Penerbangan di Tengah Kenaikan Harga Avtur, Apa yang Terjadi?

Menurutnya, kebijakan tersebut mencerminkan respons cepat pemerintah terhadap dinamika harga minyak dunia sekaligus menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat melalui tata kelola energi yang adaptif. Yulisman menilai penurunan harga Pertamax, Pertamax Green 95, dan Pertamax Turbo menjadi sinyal positif bahwa pemerintah menjalankan mekanisme penyesuaian harga secara transparan dan konsisten sesuai ketentuan yang berlaku.

Kesimpulan, penurunan harga BBM nonsubsidi merupakan langkah yang tepat dalam menjaga keseimbangan energi dan investasi. Pemerintah dinilai berhasil menjaga stabilitas sektor energi dengan kebijakan yang adaptif dan transparan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *