GemaWarta – 06 Mei 2026 | Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) resmi menjadi pemegang saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) setelah pemerintah menyalurkan investasinya melalui lembaga tersebut. Pengungkapan ini menandai langkah strategis pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi transportasi daring serta mengendalikan biaya komisi aplikasi.
Menurut pernyataan CEO Danantara, Rosan Roeslani, pembelian saham GOTO dilakukan dengan tujuan utama memperkuat perlindungan sosial bagi pengemudi, termasuk akses BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Rosan menegaskan bahwa kepemilikan ini bukan melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN), melainkan secara langsung oleh Danantara.
Data yang dirilis oleh RTI Business menunjukkan struktur kepemilikan GOTO saat ini. Pemegang saham publik (non‑warkat) mendominasi dengan 76,61 % dari total saham beredar. Di belakangnya, SVF GT Subco Pte. Ltd. memegang 7,65 % dan Taobao China Holding Limited 7,43 %. Saham milik Danantara tercatat di bawah 1 % dan belum diungkapkan secara detail.
| Pemegang Saham | Persentase |
|---|---|
| SVF GT Subco Pte. Ltd. | 7,65 % |
| Taobao China Holding Limited | 7,43 % |
| Telkomsel (Anak PT Telkom Indonesia) | 1,99 % |
| Astra International Tbk | 1,56 % |
| GoTo Peopleverse Fund | 2,39 % |
Selain pemegang saham institusional, sejumlah tokoh pribadi juga tercatat. William Tanuwijaya, salah satu pendiri Tokopedia, memegang 1,24 % saham, sementara Morgan Stanley & Co International Plc memiliki 1,22 %. Keberagaman pemegang saham mencerminkan minat luas terhadap ekosistem GOTO yang meliputi layanan ride‑hailing, e‑commerce, dan pembayaran digital.
Pemerintah melalui Danantara menargetkan penurunan komisi aplikasi bagi driver ojek daring dari kisaran 10‑20 % menjadi hanya 8 % sesuai dengan Perpres No.27 Tahun 2026. Penurunan ini diharapkan meningkatkan pendapatan bersih driver dan mengurangi beban biaya operasional.
Rosan Roeslani menambahkan bahwa kepemilikan saham akan ditingkatkan secara bertahap. Walaupun belum ada angka pasti, strategi tersebut sejalan dengan tujuan jangka panjang pemerintah untuk mengoptimalkan regulasi pasar modal serta melindungi pekerja gig economy.
Pengamatan pasar menunjukkan reaksi positif terhadap langkah ini. Saham GOTO mengalami kenaikan moderat setelah pengumuman, mencerminkan kepercayaan investor bahwa intervensi pemerintah dapat menstabilkan model bisnis aplikasi transportasi online.
Secara keseluruhan, akuisisi saham oleh Danantara menandai perubahan paradigma dalam kebijakan ekonomi digital Indonesia. Dengan menempatkan pemerintah sebagai pemegang saham strategis, diharapkan tercipta sinergi antara regulasi, perlindungan tenaga kerja, dan pertumbuhan nilai perusahaan.











