Bisnis

Pengadilan: Ahli Waris Pengembang Bertanggung Jawab atas Keterlambatan Penyerahan Apartemen

×

Pengadilan: Ahli Waris Pengembang Bertanggung Jawab atas Keterlambatan Penyerahan Apartemen

Share this article
Pengadilan: Ahli Waris Pengembang Bertanggung Jawab atas Keterlambatan Penyerahan Apartemen
Pengadilan: Ahli Waris Pengembang Bertanggung Jawab atas Keterlambatan Penyerahan Apartemen

GemaWarta – 23 Juli 2026 | Pengadilan Nasional Konsumen India (NCDRC) baru-baru ini memutuskan bahwa ahli waris pengembang yang melanjutkan proyek perumahan tidak dapat menghindari kewajiban kontraktual yang dibuat oleh pengembang yang telah meninggal. Dalam kasus ini, NCDRC memerintahkan ahli waris pengembang untuk menyerahkan apartemen di proyek pembangunan ulang Sadashiv Peth kepada pembeli dalam waktu enam minggu dan membayar ganti rugi atas keterlambatan.

Kasus ini melibatkan dua keluarga yang membeli apartemen di proyek yang dikenal sebagai “Shelke Sadan”. Mereka telah membayar sebagian besar harga apartemen, tetapi tidak menerima penyerahan apartemen karena proyek masih belum selesai dan belum memperoleh sertifikat selesai dan penghunian yang diperlukan.

🔖 Baca juga:
RANS Entertainment Indonesia Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia

Pengembang awal, Sanjeev Shelke, telah meninggal, dan ahli warisnya melanjutkan proyek. Namun, mereka mengklaim bahwa mereka tidak bertanggung jawab atas keterlambatan karena klaim tersebut telah kedaluwarsa dan karena mereka tidak terlibat dalam proyek sejak awal.

NCDRC tidak menerima alasan tersebut dan memutuskan bahwa kewajiban pengembang untuk menyelesaikan proyek dan menyerahkan apartemen kepada pembeli adalah kewajiban yang berkelanjutan. Pengadilan juga menyatakan bahwa kegagalan untuk memperoleh sertifikat penghunian merupakan kesalahan yang berkelanjutan.

Keputusan ini memiliki implikasi penting bagi konsumen yang membeli properti di India, karena menegaskan bahwa ahli waris pengembang tidak dapat menghindari kewajiban kontraktual yang dibuat oleh pengembang yang telah meninggal.

🔖 Baca juga:
OJK Ungkap Modus Penggelapan Dana Aek Nabara di BNI, BNI Janji Kembalikan Rp28,2 Miliar

Sementara itu, di bidang lain, Dara Sosulski telah bergabung dengan Deutsche Bank sebagai kepala AI untuk divisi operasional dan kontrol perusahaan dan investasi bank. Ia akan membantu mempercepat penggunaan AI oleh tim operasional dan kontrol untuk meningkatkan kemampuan mereka dan menciptakan nilai lebih bagi klien.

Goldman Sachs juga meluncurkan platform pasar swasta untuk klien kaya yang ingin memiliki akses lebih mudah ke startup paling menjanjikan. Platform ini akan dipimpin oleh Matt Doherty, kepala grup pasar alternatif di Goldman Sachs.

Di India, Kongres Tripura akan melakukan blockade jalan raya nasional Agartala-Kamalpur pada hari Kamis sebagai bentuk protes atas kondisi jalan yang buruk dan kesulitan yang dihadapi oleh pengguna jalan. Kondisi jalan telah memburuk akibat hujan lebat dan telah menyebabkan gangguan lalu lintas yang parah.

🔖 Baca juga:
Pertamina Group Buka Lowongan Magang untuk 400 Posisi di 21 Entitas Bisnis

Kesimpulan, keputusan pengadilan yang memutuskan bahwa ahli waris pengembang bertanggung jawab atas keterlambatan penyerahan apartemen merupakan langkah penting untuk melindungi hak-hak konsumen di India. Sementara itu, perkembangan di bidang AI dan keuangan juga terus berlanjut, dengan Deutsche Bank dan Goldman Sachs meluncurkan inisiatif baru untuk meningkatkan penggunaan AI dan memberikan akses lebih mudah ke startup paling menjanjikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *