Ekonomi

Dividen Tahun 2025: Superbank Tunda, AKRA Bayar Rp1,98 Triliun, Central Omega Bagi Rp390 Miliar

×

Dividen Tahun 2025: Superbank Tunda, AKRA Bayar Rp1,98 Triliun, Central Omega Bagi Rp390 Miliar

Share this article
Dividen Tahun 2025: Superbank Tunda, AKRA Bayar Rp1,98 Triliun, Central Omega Bagi Rp390 Miliar
Dividen Tahun 2025: Superbank Tunda, AKRA Bayar Rp1,98 Triliun, Central Omega Bagi Rp390 Miliar

GemaWarta – 28 April 2026 | Pasar modal Indonesia kembali menjadi sorotan pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan yang dilaksanakan pada 27 April 2026. Tiga emiten terkemuka mengumumkan kebijakan pembagian dividen untuk tahun buku 2025, menampilkan beragam strategi keuangan yang mencerminkan kondisi profitabilitas masing‑masing.

Superbank (SUPA) menunda dividen

🔖 Baca juga:
Proyeksi Rupiah dalam Sepekan: Mengapa Penguatan Masih Sulit Terwujud

Direktur Keuangan Superbank, Melisa Hendrawati, menjelaskan dalam konferensi pers di The Energy Building, Jakarta, bahwa perusahaan belum memiliki rencana pembagian dividen untuk tahun buku 2025. Kebijakan tersebut didasarkan pada ketentuan Undang‑Undang Perseroan Terbatas (UUPT) yang mewajibkan laba bersih positif sebelum dividen dapat didistribusikan. Karena laba bersih tahun 2025 belum mencapai angka positif, manajemen memutuskan untuk menunda pembayaran kepada pemegang saham.

Superbank baru pertama kali menyelenggarakan RUPS sejak menjadi perusahaan publik pada Desember 2025. Pada agenda RUPS, para pemegang saham menyetujui penggunaan laba bersih untuk keperluan internal, bukan pembagian kepada pemegang saham. Keputusan ini menegaskan komitmen bank untuk memperkuat modal inti dan menyiapkan cadangan yang cukup sebelum kembali mengumumkan dividen pada tahun berikutnya.

AKRA Corporindo (AKRA) umumkan dividen tunai Rp1,98 triliun

Dalam sidang RUPS yang sama, PT AKR Corporindo Tbk mengesahkan pembagian dividen tunai sebesar Rp1,98 triliun untuk tahun buku 2025. Dividen ini setara dengan Rp1.500 per saham, menjadikan AKRA salah satu emiten dengan pembayaran terbesar tahun ini. Keputusan ini disampaikan oleh Karunia Putri, yang memaparkan bahwa pembayaran dividen merupakan wujud apresiasi kepada pemegang saham setelah mencatatkan laba bersih yang kuat pada 2025.

🔖 Baca juga:
Harga Bahan Bakar Melonjak, Dampak Besar pada Industri Kargo, Penerbangan, dan Pabrik Bir

Dividen tersebut akan dibayarkan dalam dua tahap, masing‑masing pada pertengahan Mei dan akhir Juni 2026, sesuai jadwal yang telah ditetapkan dalam notulen RUPS. Manajemen AKRA menekankan bahwa kebijakan ini sejalan dengan strategi pertumbuhan jangka panjang perusahaan, terutama dalam memperkuat posisi di sektor distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan logistik.

Central Omega Resources (DKFT) bagikan dividen tunai Rp390,31 miliar

Central Omega Resources Tbk mengumumkan pembagian dividen tunai total Rp390,31 miliar, setara dengan Rp69,23 per saham, untuk tahun buku 2025. Rincian pembayaran terdiri dari dividen interim pertama sebesar Rp10 per saham, interim kedua Rp25 per saham, dan sisa dividen Rp35 per saham yang akan dibayarkan pada Mei 2026.

Jadwal penting yang harus diingat investor meliputi cum dividen di pasar reguler pada 30 April 2026, ex dividen pada 4 Mei 2026, serta tanggal pencatatan pemegang saham (recording date) pada 5 Mei 2026 pukul 16.00 WIB. Pembayaran final dijadwalkan pada 12 Mei 2026.

🔖 Baca juga:
Ekspor CPO Melesat, Indonesia Perkuat Kedudukan Sebagai Raja Sawit Dunia

Keputusan dividen ini didukung oleh laba bersih induk sebesar Rp573,48 miliar pada tahun 2025 dan saldo laba ditahan Rp308,94 miliar, menegaskan posisi keuangan yang solid serta kemampuan perusahaan untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.

Implikasi bagi investor

  • Superbank menunjukkan kehati‑hatan keuangan dengan menunda dividen hingga profitabilitas tercapai kembali.
  • AKRA memberikan sinyal positif melalui dividen besar, meningkatkan daya tarik saham bagi investor jangka panjang.
  • Central Omega menyeimbangkan pembayaran interim dan final, memberi likuiditas reguler kepada pemegang saham.

Secara keseluruhan, kebijakan dividen tahun 2025 mencerminkan dinamika profitabilitas di sektor perbankan, energi, dan logistik. Investor disarankan memperhatikan laporan keuangan tahunan serta prospek pertumbuhan masing‑masing perusahaan sebelum mengambil keputusan investasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *