Ekonomi

Gempa Bumi dan Saham: Bagaimana Bumi Saham Terpengaruh oleh Gempa Bumi di Texas

×

Gempa Bumi dan Saham: Bagaimana Bumi Saham Terpengaruh oleh Gempa Bumi di Texas

Share this article
Gempa Bumi dan Saham: Bagaimana Bumi Saham Terpengaruh oleh Gempa Bumi di Texas
Gempa Bumi dan Saham: Bagaimana Bumi Saham Terpengaruh oleh Gempa Bumi di Texas

GemaWarta – 23 Juli 2026 | Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,1 mengguncang kawasan Barat Laut Miami, Texas pada 23 Juli 2026 pukul 05:21 waktu setempat. Berdasarkan data United States Geological Survey (USGS), pusat gempa terletak di 37 km Barat Laut Miami, Texas, pada koordinat 35.899 LU (Lintang Utara) dan -100.972 BB (Bujur Barat) dengan kedalaman 5.5 km.

Gempa ini tergolong dalam kategori sedang yang sering dirasakan, tetapi hanya menyebabkan kerusakan kecil. USGS menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami. Meski demikian, masyarakat di sekitar Texas diminta tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan.

🔖 Baca juga:
Bulog Buka Akses Publik: Cek Stok Beras Secara Langsung di Gudang Nasional

Sementara itu, di Indonesia, indeks saham mengalami kenaikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat hingga penutupan perdagangan sesi I hari ini, Senin (23/7). Indeks saham menguat ke level 6.400-an ditopang oleh sejumlah saham konglomerat yang naik signifikan hingga penutupan perdagangan siang ini.

Berikut beberapa saham yang mengalami kenaikan, yaitu PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menguat hingga 15,48% ke level Rp 194 per saham dan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) menguat 10,45% ke harga Rp 486 per saham. Selain itu, PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) juga menguat hingga 19,23% ke harga Rp 124 per saham.

Saham-saham yang paling banyak dijual asing antara lain saham DSSA, BBRI, ASII, AMMN dan TPIA. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memproyeksikan bahwa arah pergerakan IHSG ke depan akan sangat bergantung pada kemampuannya mempertahankan level support saat ini.

🔖 Baca juga:
Gempa Bumi Mengguncang Indonesia: Update Terbaru dari BMKG

Jika IHSG kuat bertahan di atas rentang support 6.300 hingga 6.330, indeks memiliki potensi untuk melanjutkan tren kenaikan jangka menengah menuju level 6.700 hingga 6.850. Namun, pelaku pasar diimbau untuk berhati-hati apabila indeks kembali tembus di bawah level 6.300, karena berpotensi memicu koreksi lanjutan hingga ke kisaran level 6.000.

Di sisi lain, terdapat 1.718 titik panas terdeteksi di Indonesia dalam 24 jam terakhir. Jumlah titik panas ini bertambah 682 titik dibandingkan dengan periode sebelumnya. Data tersebut merupakan hasil pencitraan satelit Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA yang diakses pada Kamis (23/7/2026) pukul 11.34 WIB.

Dari 1.718 titik panas terdeteksi, 52 titik dengan tingkat kepercayaan hotspot tinggi, 1602 titik skala sedang, dan 64 titik skala rendah. Tingkat kepercayaan hotspot terbagi menjadi 3 skala. Skala rendah memiliki rentang 0 – 29, skala sedang 30 – 79, dan skala tinggi 80 – 100.

🔖 Baca juga:
Solar Subsidi Tak Bisa Pakai, Ini Biaya Full Tank Mobil Diesel Modern yang Harus Kamu Tahu!

Semakin tinggi tingkat kepercayaan hotspot, semakin tinggi juga kemungkinan wilayah tertentu terjadi kebakaran hutan dan lahan. Titik panas terdeteksi paling banyak berada di Kalimantan Barat sebanyak 599 titik. Nusa Tenggara Timur menempati posisi kedua jumlah titik panas terbanyak dengan 173 titik.

Kesimpulan, gempa bumi di Texas dan kenaikan indeks saham di Indonesia merupakan dua peristiwa yang berbeda namun sama-sama mempengaruhi kehidupan masyarakat. Gempa bumi dapat menyebabkan kerusakan dan kehilangan, sedangkan kenaikan indeks saham dapat membawa keuntungan bagi investor. Oleh karena itu, penting untuk tetap waspada dan memantau perkembangan situasi untuk mengambil keputusan yang tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *