GemaWarta – 07 Juli 2026 | Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi Pertamina turun mulai 1 Juli 2026. Penurunan harga berlaku pada Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite, dan Avtur, dengan penurunan harga terbesar mencapai 15 persen pada Pertamina Dex. Namun, harga Pertamax dan Pertamax Green 95 tetap.
Kenaikan harga BBM sebelumnya telah membuat masyarakat merasa terbebani. Aji Hermanto, seorang karyawan swasta, mengeluhkan bahwa dompetnya makin lama makin cepat ‘bocor’ alias ludes isinya karena kenaikan harga BBM. Ia merasa bahwa biaya transportasinya bertambah dan itu sangat terasa karena gajinya tidak seberapa.
PT Pertamina Patra Niaga menurunkan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite sejak 1 Juli 2026 pukul 00.00 WIB. Pertamax tetap. Sejumlah perusahaan penyedia bahan bakar minyak (BBM), mulai dari PT Pertamina (Persero), Shell Indonesia, hingga BP Indonesia, kompak melakukan penyesuaian harga.
Menurut Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir, pemerintah daerah diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah komoditas yang masih mengalami kenaikan harga. Ia juga meminta pemerintah daerah untuk melakukan evaluasi bersama Badan Pusat Statistik (BPS) di daerah masing-masing untuk mengidentifikasi penyebab kenaikan harga dan menentukan langkah pengendalian yang tepat.
Tingkat inflasi nasional secara year-on-year pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,34 persen, sedangkan inflasi year-to-date hingga periode yang sama berada di angka 1,79 persen. Kenaikan inflasi tidak hanya dipengaruhi oleh kelompok bahan pangan, tetapi juga sektor transportasi akibat penyesuaian harga BBM nonsubsidi.
Pemerintah berharap bahwa penurunan harga BBM dapat membantu menekan inflasi dan meningkatkan daya beli masyarakat. Namun, masyarakat masih perlu waspada terhadap kenaikan harga komoditas lainnya dan melakukan pengelolaan keuangan yang bijak.











