Ekonomi

IHSG Melemah, Asing Net Sell Rp 2,73 Triliun Sepekan

×

IHSG Melemah, Asing Net Sell Rp 2,73 Triliun Sepekan

Share this article
IHSG Melemah, Asing Net Sell Rp 2,73 Triliun Sepekan
IHSG Melemah, Asing Net Sell Rp 2,73 Triliun Sepekan

GemaWarta – 05 Juli 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,35% pada akhir pekan pertama bulan Juli 2026. Penurunan indeks ini beriringan dengan menyusutnya nilai kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) serta penurunan volume dan nilai transaksi harian secara signifikan.

Berdasarkan data resmi BEI, IHSG mengalami koreksi sebesar 0,35% dan parkir di level 5.875,780. Sejalan dengan pelemahan tersebut, kapitalisasi pasar modal Indonesia juga tergerus sekitar 0,14%.

🔖 Baca juga:
IHSG Ditutup Melemah, Rupiah pun Kian Tertekan

Lesunya pasar saham sepanjang sepekan terakhir tecermin dari penurunan seluruh indikator aktivitas perdagangan di bursa secara kumulatif. Rata-rata frekuensi transaksi harian bursa selama sepekan turun 16,71% menjadi 1,44 juta kali transaksi dari 1,73 juta kali transaksi pada pekan lalu.

Rata-rata volume transaksi harian bursa merosot 30,35% menjadi 17,54 miliar saham dari 25,18 miliar saham pada pekan lalu. Rata-rata nilai transaksi harian tergelincir 35,90% menjadi Rp 11,27 triliun dari Rp 17,58 triliun pada pekan lalu.

Investor asing masih melanjutkan aksi jual di pasar saham domestik sepanjang pekan perdagangan 29 Juni hingga 3 Juli 2026. Di tengah tekanan jual tersebut, IHSG terkoreksi 0,35% secara mingguan ke level 5.875,78 dari posisi pekan sebelumnya di 5.896,13.

🔖 Baca juga:
PGEO Raih Pendanaan US$ 477,8 Juta di 3 Proyek

Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing mencatatkan jual bersih atau net sell sebesar Rp 2,73 triliun selama sepekan. Nilai tersebut lebih rendah dibandingkan net sell pada pekan sebelumnya yang mencapai Rp 3,43 triliun.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menjadi pemberat terbesar dengan kontribusi negatif mencapai 24,88 poin terhadap IHSG setelah terkoreksi 5,57% dalam sepekan. Selanjutnya, saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) menekan indeks sebesar 17,18 poin setelah turun 12,54%.

Sementara itu, saham lain yang menjadi pendorong IHSG ialah IMPC yang menguat 10,22% sepekan dan berkontribusi 4,22 poin dalam penguatan IHSG. Selanjutnya ada saham kongsi Grup Astra UNTR yang menguat 6,19% sepekan dan berkontribusi sebesar 3,98 poin.

🔖 Baca juga:
Purbaya Yudhi Sadewa: Kondisi Ekonomi Indonesia Berbeda dengan Krisis 1998

Dalam sepekan, ada 10 saham catat kenaikan terbesar. Saham TRUS hingga CSMI menjadi saham top gainers sepekan. Ekonom Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Dr. Surya Vandiantara, mengatakan faktor fundamental seperti kinerja perusahaan yang melantai di bursa saham mempengaruhi IHSG.

Ia menilai ada anomali pada IHSG, dimana kinerja perusahaan yang melantai di bursa cenderung stabil dan ekonomi makro memiliki indikator positif tetapi IHSG justru turun. Terlebih kata dia, tiba-tiba muncul narasi masif yang mengaitkan pidato Prabowo dengan IHSG.

Kesimpulan, IHSG melemah pada akhir pekan pertama bulan Juli 2026. Penyebabnya adalah lesunya pasar saham sepanjang sepekan terakhir yang tecermin dari penurunan seluruh indikator aktivitas perdagangan di bursa secara kumulatif. Investor asing masih melanjutkan aksi jual di pasar saham domestik sepanjang pekan perdagangan 29 Juni hingga 3 Juli 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *