Ekonomi

Harga Emas Antam Naik, Tren Penurunan Berakhir: Apa yang Membuat Harga Emas Berfluktuasi?

×

Harga Emas Antam Naik, Tren Penurunan Berakhir: Apa yang Membuat Harga Emas Berfluktuasi?

Share this article
Harga Emas Antam Naik, Tren Penurunan Berakhir: Apa yang Membuat Harga Emas Berfluktuasi?
Harga Emas Antam Naik, Tren Penurunan Berakhir: Apa yang Membuat Harga Emas Berfluktuasi?

GemaWarta – 07 Juli 2026 | Harga emas Antam dibanderol Rp 2.777.000 per 1 gram pada perdagangan Senin (6/7) atau naik sebesar Rp 19.000 jika dibandingkan dengan harga yang diperdagangkan Minggu (5/7) sebesar Rp 2.758.000 per 1 gram.

Berdasarkan data dari berbagai sumber, harga emas Antam dengan ukuran terkecil atau 0,5 gram dibanderol dengan harga Rp 1.441.000. Sedangkan dengan ukuran 2 gram dibanderol dengan harga Rp 5.492.000. Sementara itu, harga emas Antam dengan ukuran 10 gram tercatat seharga Rp 27.243.000.

🔖 Baca juga:
Harga Dolar AS Melemah, Harga Emas Mengalami Peningkatan

PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) optimistis memandang prospek industri emas secara jangka panjang, kendati pelemahan harga membayangi logam mulia itu sepanjang 2026. Direktur Investor Relations Hartadinata Abadi, Thendra Crisnanda menilai koreksi tersebut merupakan dinamika yang wajar dalam pasar komoditas.

Thendra menyoroti ketidakpastian geopolitik, kebijakan suku bunga global, hingga meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menabung emas, membuat permintaan akan logam mulia tersebut masih solid. “Kami melihat fundamental permintaan emas masih tetap kuat, didukung oleh meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menabung emas serta berkembangnya ekosistem bullion di Indonesia.

PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menegaskan tetap optimistis terhadap prospek bisnis emas dalam jangka panjang meski harga emas global mengalami koreksi sepanjang Juni 2026. Perseroan menilai pelemahan harga tersebut bersifat sementara dan tidak mengubah prospek pertumbuhan industri yang masih ditopang oleh tingginya permintaan emas sebagai instrumen investasi dan lindung nilai.

Harga emas fisik dikenal sebagai salah satu instrumen investasi yang lebih stabil dan kerap dijadikan sebagai aset pelindung nilai untuk jangka panjang. Meski demikian, nyatanya nilai emas tidak selalu naik dari waktu ke waktu tanpa mengalami penurunan secara signifikan. Terdapat berbagai faktor yang dapat mempengaruhi harga atau nilai jual emas fisik di pasar.

🔖 Baca juga:
Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Turun, Simak Harga Terbaru di Pegadaian

Salah satu faktor yang mempengaruhi harga emas adalah penurunan harga emas di pasar global. Pada saat harga emas dunia mengalami penurunan akibat perubahan kondisi ekonomi, maka nilai emas fisik akan turut terdampak walau kadar dan berat emasnya tidak mengalami perubahan.

Kondisi fisik emas yang sudah mengalami kerusakan juga dapat memengaruhi nilai jual emas. Emas batangan atau perhiasan sangat rentan mengalami goresan berat, penyok, kerusakan pada kemasan, hingga kehilangan sertifikat yang kerap kali memiliki nilai jual lebih rendah jika dibandingkan kondisi sempurna.

Selisih antara harga beli dan harga jual kembali serta fluktuasi nilai tukar mata uang menjadi faktor utama yang membuat nilai investasi emas bisa berkurang. Perubahan nilai tukar mata uang dapat memengaruhi nilai emas yang dibeli dengan mata uang asing.

Di Kabupaten Aceh Tengah, harga komoditas emas mulai bergerak naik setelah sempat mengalami tren penurunan selama beberapa pekan terakhir. Kenaikan harga ini memicu peningkatan aktivitas warga yang mendatangi pusat pertokoan emas sejak pagi hari.

🔖 Baca juga:
Skandal Keuangan Trump dan IRS: Antara Slush Fund dan Pajak

Pengelola Toko Emas Mulia Baru, Munawar, menjelaskan bahwa pergerakan harga emas London kini berada di angka Rp 2.230.000 per gram. Nilai tersebut mengalami kenaikan dibandingkan hari sebelumnya yang sempat tertahan di angka Rp 2.220.000 per gram.

Dalam beberapa minggu terakhir, harga emas London sempat menyentuh titik terendah pada level Rp 2.200.000 per gram. Namun, kenaikan harga emas ini memicu peningkatan aktivitas warga yang mendatangi pusat pertokoan emas.

Kesimpulan, harga emas Antam naik dan tren penurunan berakhir. Faktor-faktor seperti penurunan harga emas di pasar global, kondisi fisik emas, selisih harga beli dan harga jual kembali, serta perubahan nilai tukar mata uang dapat mempengaruhi harga emas. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) tetap optimistis terhadap prospek bisnis emas dalam jangka panjang meski harga emas global mengalami koreksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *