GemaWarta – 16 Mei 2026 | Harga minyak mentah dunia meningkat pada Jumat, 15 Mei 2026, akibat kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Penyitaan kapal oleh Iran di lepas pantai Uni Emirat Arab memicu ketegangan di jalur Selat Hormuz.
Presiden AS dan Presiden China membahas pentingnya menjaga Selat Hormuz agar tetap terbuka bagi pelayaran internasional. Harga minyak mentah Brent berjangka naik 60 sen, atau 0,57 persen, menjadi 106,32 dolar AS per barel pada pukul 01.00 GMT (08.00 WIB).
Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS menguat 54 sen atau 0,53 persen ke posisi 101,71 dolar AS per barel. Sentimen pasar kembali memanas setelah adanya laporan mengenai penyitaan sebuah kapal oleh personel Iran di lepas pantai Uni Emirat Arab (UEA) pada Kamis kemarin.
Kapal tersebut dilaporkan digiring menuju perairan Iran. Selain itu, sebuah kapal kargo India yang mengangkut ternak dari Afrika menuju UEA dikabarkan karam di perairan Oman pada Rabu lalu, menambah daftar panjang gangguan logistik di wilayah tersebut.
Garda Revolusi Iran menyatakan bahwa sekitar 30 kapal telah melintasi Selat Hormuz sejak Rabu malam. Meski menunjukkan peningkatan aktivitas, angka tersebut masih jauh di bawah rata-rata normal sebelum perang yang biasanya mencapai 140 kapal per hari.
Analisis dari Haitong Futures, Yang An, menilai bahwa faktor utama yang menyebabkan harga minyak menguat disebabkan pasokan yang terbatas. "Harga minyak sempat bergejolak beberapa kali kemarin, namun tetap ditutup mendekati level tertingginya," ujarnya.
Ia menambahkan, meskipun mulai ada kapal yang melintas di selat, hal itu belum cukup kuat untuk mematahkan tren penguatan harga yang didorong oleh krisis pasokan. Di sisi lain, perhatian investor juga tertuju pada hari kedua pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping di Beijing.
Gedung Putih menyatakan bahwa kedua pemimpin tersebut telah sepakat mengenai pentingnya menjaga Selat Hormuz agar tetap terbuka sebagai jalur pelayaran internasional. Perwakilan Dagang AS, Jamieson Greer, dalam wawancaranya dengan Bloomberg pada Jumat pagi menyebut China bersikap sangat pragmatis terkait keterlibatan mereka dengan Iran.
Menurutnya, China memiliki kepentingan besar untuk memastikan Selat Hormuz tetap terbuka demi kelancaran pasokan energi mereka. Dalam beberapa hari terakhir, ketegangan di Selat Hormuz telah meningkat, yang berdampak langsung pada harga minyak dunia.
Kesimpulan dari situasi ini adalah bahwa harga minyak dunia cenderung meningkat akibat kekhawatiran gangguan pasokan energi global, terutama di Selat Hormuz. Oleh karena itu, penting untuk terus memantau situasi di wilayah tersebut dan memahami dampaknya terhadap harga minyak dunia.









