GemaWarta – 19 Juni 2026 | Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis sore ditutup melemah seiring investor bersikap hati-hati menjelang pengumuman oleh indeks saham global MSCI dan rebalancing oleh FTSE Russel pada Jumat (19/6). IHSG ditutup melemah 48,40 poin atau 0,78 persen ke posisi 6.172,34.
Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 8,31 poin atau 1,33 persen ke posisi 616,92. "Investor cenderung hati-hati menjelang rebalancing indeks FTSE dan pengumuman MSCI," ujar Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim di Jakarta, Kamis (18/6).
Dari dalam negeri, investor cenderung bersikap hati-hati seiring menantikan pengumuman MSCI Global Market Accessibility Review dan rebalancing indeks FTSE pada Jumat (19/6) besok. Selain itu, investor juga menantikan pengumuman MSCI Annual Market Classification Review pada Rabu (24/6) pekan depan.
Saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) menguat 15,36 persen ke Rp3.980. Sementara itu, saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar di antaranya PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI) turun 7,92 persen ke Rp8.425, PT Mpro International Tbk (MPRO) melemah 7,30 persen ke Rp7.300, PT Perdana Bangun Pusaka Tbk (KONI) anjlok 14,86 persen ke Rp2.980.
Di sisi lain, PT Akasha Wira International Tbk (ADES) melonjak 13,11 persen ke Rp25.675, PT Rukun Raharja Tbk (RLCO) naik 15,36 persen ke Rp3.980, PT Bank Ina Perdana Tbk (BINA) menguat 14,15 persen ke Rp3.550, PT Singaraja Putra Tbk (SINI) naik 4,43 persen ke Rp10.025, dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) menguat 5,45 persen ke Rp6.775.
Dengan demikian, IHSG masih berpotensi untuk mengalami tekanan menjelang pengumuman MSCI dan rebalancing FTSE. Namun, pergerakan IHSG masih tergantung pada berbagai faktor, termasuk pergerakan indeks saham global dan kondisi ekonomi domestik.
Kenaikan suku bunga oleh Bank Indonesia juga turut mempengaruhi pergerakan IHSG. Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan kenaikan BI Rate sebagai upaya untuk mendukung stabilisasi rupiah dan meredam inflasi. Dengan demikian, secara total BI telah menaikkan suku bunga sebesar 100 bps dan menempatkan BI Rate pada level tertinggi sejak April 2025.
Dalam beberapa hari terakhir, harga saham RLCO telah mengalami penurunan yang cukup dalam, sehingga membuat investor khawatir tentang potensi margin call. Namun, dengan kenaikan harga saham RLCO pada hari ini, sepertinya investor telah mulai membeli kembali saham tersebut.
Kesimpulan, IHSG masih berpotensi untuk mengalami tekanan menjelang pengumuman MSCI dan rebalancing FTSE. Namun, pergerakan IHSG masih tergantung pada berbagai faktor, termasuk pergerakan indeks saham global dan kondisi ekonomi domestik. Saham RLCO menguat 15,36 persen ke Rp3.980, namun masih perlu diwaspadai potensi margin call.









