GemaWarta – 19 Juni 2026 | PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) merupakan salah satu perusahaan terkemuka di Indonesia yang bergerak dalam industri petrokimia. Perusahaan ini telah mengalami transformasi besar dalam beberapa tahun terakhir, terutama setelah akuisisi aset Shell Energy and Chemicals Park Singapore (SECP) yang kini bernama Aster. Akuisisi ini telah mengubah profil bisnis Chandra Asri dari perusahaan petrokimia yang sangat bergantung pada siklus industri menjadi kelompok usaha terintegrasi di sektor energi, kimia, dan infrastruktur.
Analisis dari Verdhana Sekuritas menunjukkan bahwa dalam tiga tahun terakhir, Chandra Asri berhasil melakukan transformasi besar dari aset petrokimia tunggal senilai sekitar USD1,8 miliar yang menghadapi tekanan margin negatif pada periode 2022-2024, menjadi platform bisnis terintegrasi dengan potensi pendapatan mencapai USD7 miliar hingga USD10 miliar. Keberhasilan ini tidak lepas dari akuisisi Aster yang diselesaikan pada 2025.
Di sisi lain, Chandra Asri juga terlibat dalam investasi di sektor kesehatan, terutama melalui kepemilikan saham di PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA). Perusahaan ini merupakan induk dari PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) yang berencana untuk melakukan initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2026. PRDL menawarkan sebanyak-banyaknya 522,9 juta saham baru atau setara 30% dari modal ditempatkan dan disetor setelah IPO, dengan kisaran harga penawaran Rp 100-Rp 120 per saham.
Investor asing juga menunjukkan minat yang besar terhadap saham Chandra Asri, terutama setelah perusahaan ini mencatatkan laba operasi (EBIT) konsolidasi tertinggi sepanjang sejarah sebesar USD468 juta dengan laba bersih mencapai USD205 juta pada kuartal I-2026. Segmen energi merupakan kontributor terbesar terhadap pendapatan perusahaan, menyumbang sekitar 55% dari total pendapatan.
Dalam konteks investasi, Chandra Asri juga menjadi sorotan karena aksi senyapnya dalam menguasai saham Prodia. Perusahaan ini memiliki sebanyak 13,89 juta lembar saham atau sekitar 1,48% saham PRDA per Mei 2026. Aksi ini menarik perhatian terutama karena rencana IPO anak usaha Prodia, PRDL, yang dijadwalkan pada 9 Juli 2026.
Kesimpulan, PT Chandra Asri Pacific Tbk terus menunjukkan dinamika yang menarik dalam industri dan investasi. Dengan transformasi bisnisnya dan investasi di sektor kesehatan, perusahaan ini membuka peluang baru untuk pertumbuhan dan ekspansi. Aksi senyapnya dalam menguasai saham Prodia menunjukkan strategi investasi yang agresif dan fokus pada diversifikasi portofolio.









