GemaWarta – 24 Juli 2026 | Rupiah kembali melemah terhadap dolar AS pada perdagangan pagi ini. Menurut data pasar, rupiah melemah ke level Rp17.979 per dolar AS, melemah 0,30% atau 45 poin dari hari sebelumnya.
Pelemahan rupiah disebabkan oleh sentimen global akibat kenaikan harga minyak dunia yang kembali menembus level psikologis US$100 per barel. Harga minyak Brent tercatat berada di level US$100,82 per barel, setelah sebelumnya melonjak sekitar 7% pada sesi perdagangan sebelumnya.
Lonjakan harga minyak dipicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah setelah kelompok Houthi dilaporkan menyerang sebuah kapal tanker di Laut Merah. Serangan pertama kelompok Houthi yang didukung Iran terhadap kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah semakin memperbesar kekhawatiran akan gangguan pasokan energi di kawasan.
Selain rupiah, beberapa mata uang Asia lainnya juga melemah terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia melemah 0,13% ke level 4,0945 per dolar AS, sedangkan dong Vietnam turun 0,03% ke posisi 26.321 per dolar AS. Peso Filipina juga terkoreksi 0,11% menjadi 61,828 per dolar AS.
Namun, tidak semua mata uang Asia melemah. Won Korea menguat 0,83% terhadap dolar AS, yen Jepang menguat 0,05%, dan baht Thailand menguat 0,03%.
Rupiah diperkirakan akan terus melemah terhadap dolar AS di tengah sentimen risk off oleh eskalasi geopolitik terbaru di Timteng yang melejitkan harga minyak mentah dunia. Range 17900-18050.
Kondisi ini mengindikasikan tekanan terhadap rupiah lebih dipengaruhi sentimen domestik maupun regional dibandingkan penguatan dolar AS secara global.









