GemaWarta – 28 Juni 2026 | Sensus Ekonomi 2026 merupakan program pendataan menyeluruh terhadap seluruh aktivitas dan pelaku usaha di Indonesia, yang diselenggarakan setiap 10 tahun sekali oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Sensus ini bertujuan memotret secara menyeluruh aktivitas ekonomi di Indonesia sebagai dasar perencanaan dan perumusan kebijakan pembangunan yang lebih efektif.
Menurut Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, Sensus Ekonomi 2026 merupakan instrumen penting untuk mengetahui kondisi riil perekonomian nasional maupun daerah. Ia mengibaratkan Sensus Ekonomi 2026 sebagai "medical check-up" atau rekam medis perekonomian.
Pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 diselenggarakan mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Berbeda dari sensus-sensus ekonomi sebelumnya, Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya mendata pelaku usaha tetapi juga rumah tangga. Hal ini dikarenakan kondisi ekonomi rumah tangga merupakan bagian dari ekosistem perekonomian nasional.
Sensus Ekonomi 2026 diharapkan dapat menghasilkan berbagai informasi strategis, antara lain jumlah dan karakteristik pelaku usaha pada seluruh skala usaha, termasuk UMKM, potensi dan kontribusi UMKM terhadap perekonomian beserta sebarannya, peta persebaran usaha beserta karakteristiknya, serta kondisi ekonomi rumah tangga.
Data yang dihasilkan akan mendukung perencanaan dan keputusan strategis, memotret tren perekonomian terkini, serta membantu pelaku usaha mengidentifikasi peluang dan tantangan bisnis. Oleh karena itu, partisipasi masyarakat sangat penting dalam memberikan data yang benar dan lengkap.
Dalam rangka memperlancar proses pendataan, BPS memperkuat koordinasi dengan kementerian, pemerintah daerah, hingga asosiasi pelaku usaha. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memperluas jangkauan informasi sekaligus meningkatkan partisipasi responden dalam proses sensus.
Dengan demikian, Sensus Ekonomi 2026 diharapkan dapat menjadi dasar yang kuat untuk membangun perekonomian yang lebih kuat dan sejahtera bagi masyarakat Indonesia.
Kesimpulan, Sensus Ekonomi 2026 merupakan langkah penting dalam memahami kondisi riil perekonomian Indonesia dan membangun perekonomian yang lebih kuat. Partisipasi masyarakat sangat penting dalam memberikan data yang benar dan lengkap untuk mendukung perencanaan dan keputusan strategis.









