Ekonomi

The Fed: Suku Bunga Perlu Naik untuk Mengendalikan Inflasi

×

The Fed: Suku Bunga Perlu Naik untuk Mengendalikan Inflasi

Share this article

GemaWarta – 06 Agustus 2026 | Pada saat ini, inflasi di Amerika Serikat masih berada di atas target bank sentral, yaitu 2%. Hal ini menyebabkan perdebatan di internal Federal Reserve (The Fed) mengenai arah kebijakan suku bunga semakin mengemuka. Presiden Federal Reserve Bank Kansas City, Jeff Schmid, menilai bahwa bank sentral Amerika Serikat masih perlu memperketat kebijakan moneter untuk mengembalikan inflasi ke target 2%.

Schmid mengatakan bahwa kondisi permintaan domestik dan investasi di AS masih cukup kuat sehingga kebijakan moneter saat ini belum dapat dikatakan bersifat restriktif. Ia percaya bahwa untuk menurunkan inflasi ke target 2%, The Fed diperlukan kebijakan yang lebih ketat.

🔖 Baca juga:
Program MBG Dorong Ekonomi Desa hingga Perbatasan, Produksi Petani Naik hingga 60% dan Lapangan Kerja Terbuka

Perbedaan pandangan di kalangan pejabat The Fed mengenai langkah yang perlu diambil untuk mengendalikan inflasi semakin mengemuka. Amerika Serikat menghadapi tekanan kenaikan harga akibat dampak perang Iran dan lonjakan investasi di sektor kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Pada rapat kebijakan pekan lalu, The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuannya. Namun, keputusan itu tidak diambil secara bulat. Tiga pejabat bank sentral menyatakan perbedaan pendapat (dissent) dengan mendukung kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin karena khawatir penundaan pengetatan justru akan memaksa The Fed mengambil langkah yang lebih agresif di masa mendatang.

Presiden Federal Reserve Bank Philadelphia, Anna Paulson, menyatakan akan tetap bersikap terbuka terhadap arah kebijakan suku bunga ke depan. Menurut dia, keputusan berikutnya akan sangat bergantung pada perkembangan inflasi dalam beberapa waktu mendatang.

🔖 Baca juga:
Saham di Tengah Badai: Bagaimana Mempertahankan Stabilitas di Pasar Keuangan?

Kenaikan suku bunga oleh The Fed dapat berdampak pada harga emas. Harga emas dunia diperkirakan masih berpeluang melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Rabu, 5 Agustus 2026. Prospek tersebut didukung oleh sinyal teknikal yang semakin positif, meski pelaku pasar tetap diminta mencermati perkembangan dolar Amerika Serikat (AS), ketegangan geopolitik, dan arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, mengatakan momentum bullish mulai kembali mendominasi setelah harga emas berhasil keluar dari fase konsolidasi dan membentuk pola teknikal yang mendukung kelanjutan tren naik. Secara teknikal, grafik harian menunjukkan terbentuknya pola Bullish Pennant, yang umumnya menjadi sinyal kelanjutan tren kenaikan setelah periode konsolidasi.

Keberhasilan harga keluar dari fase konsolidasi mengindikasikan tekanan beli kembali meningkat dan pembeli mulai mengambil alih kendali pasar. Selain pola grafik, indikator teknikal lain juga memperkuat peluang kenaikan harga emas. Dupoin Futures mencatat Moving Average (MA) 21 kini berfungsi sebagai dynamic support, sehingga selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, tren naik diperkirakan masih terjaga.

🔖 Baca juga:
Nikkei dan Kospi Catat Rekor Tertinggi karena Perang AS-Iran Mereda

Sementara itu, indikator Stochastic masih bergerak naik menuju area overbought, yang menunjukkan momentum beli masih kuat. Namun, investor tetap perlu mewaspadai potensi koreksi jangka pendek apabila indikator mulai memasuki zona jenuh beli.

Dengan kombinasi sejumlah indikator teknikal, Dupoin Futures memproyeksikan harga emas berpotensi menguji area USD4.135 sebagai target awal. Apabila level tersebut berhasil ditembus dengan dukungan volume transaksi dan momentum yang kuat, peluang kenaikan diperkirakan berlanjut menuju area USD4.202.

Kesimpulan: The Fed perlu menaikkan suku bunga untuk mengendalikan inflasi di Amerika Serikat. Kenaikan suku bunga dapat berdampak pada harga emas. Harga emas diperkirakan masih berpeluang melanjutkan tren penguatan pada perdagangan Rabu, 5 Agustus 2026.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *