GemaWarta – 11 Juli 2026 | Kasus korupsi yang melibatkan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah terus bergulir. Baru-baru ini, polisi melakukan penggeledahan di 12 lokasi, termasuk sebuah rumah mewah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Rumah tersebut diklaim sebagai kediaman pribadi Febrie Adriansyah.
Menurut Kombes Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, penyidik akan meminta keterangan dari PT Sentul City hingga Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk memastikan status kepemilikan rumah tersebut. Langkah tersebut dilakukan meski Febrie Adriansyah telah menyatakan bahwa rumah yang digeledah di Sentul merupakan kediaman pribadinya yang telah dimiliki sejak lama.
Polisi juga masih mendalami asal-usul uang dan barang bukti lain yang ditemukan selama rangkaian penggeledahan. Penyidik masih membuktikan apakah uang yang disita berkaitan dengan tindak pidana pencucian uang.
Febrie Adriansyah sendiri telah memberikan pernyataan terkait penemuan uang tunai hingga emas batangan di sebuah rumah di Sentul, yang digeledah Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kortas Tipidkor Polri). Ia mengakui bahwa rumah tersebut merupakan kediaman pribadinya yang sudah sejak lama.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga angkat bicara menanggapi informasi soal sebuah rumah di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang diakui Febrie Adriansyah sebagai kediaman pribadinya. KPK menduga satu unit rumah mewah di Sentul itu memakai nama orang lain sebagai pemiliknya.
Anggota Komisi III DPR RI Benny K Harman mendukung langkah Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam mengusut tiga perkara dugaan korupsi berskala besar. Ia mengingatkan agar seluruh proses penegakan hukum dilakukan secara profesional dan semata-mata bertujuan memberantas korupsi serta menyelamatkan keuangan negara, bukan dilandasi kepentingan politik.
Kasus korupsi ini terus berkembang dan masih dalam penyelidikan. Polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus ini, namun penyidik masih terus bekerja untuk mengungkap seluruh pihak yang terlibat dan pola kejahatan yang digunakan.
Kesimpulan dari kasus ini adalah bahwa korupsi masih merupakan masalah serius di Indonesia dan perlu diatasi dengan serius. Penegakan hukum yang profesional dan transparan sangat penting dalam memberantas korupsi dan menyelamatkan keuangan negara.









