HUKUM

Kasus Satpam Bundaran HI: Dugaan ‘Pemeran Pengganti’ dan Nasib Satpam yang Mengharukan

×

Kasus Satpam Bundaran HI: Dugaan ‘Pemeran Pengganti’ dan Nasib Satpam yang Mengharukan

Share this article
Kasus Satpam Bundaran HI: Dugaan 'Pemeran Pengganti' dan Nasib Satpam yang Mengharukan
Kasus Satpam Bundaran HI: Dugaan 'Pemeran Pengganti' dan Nasib Satpam yang Mengharukan

GemaWarta – 27 Juli 2026 | Baru-baru ini, kasus dugaan intimidasi terhadap petugas keamanan (satpam) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, kembali menjadi perhatian publik. Kasus ini bermula ketika seorang satpam menegur sebuah mobil mewah jenis Alphard yang diduga menerobos lampu merah di pelican crossing Bundaran HI.

Setelah kasus tersebut viral, polisi menggelar mediasi antara pihak-pihak yang terlibat dan berakhir damai. Namun, muncul dugaan adanya sosok ‘pemeran pengganti‘ dalam kasus tersebut karena perbedaan wajah pria yang diduga sebagai pengemudi Toyota Alphard dalam foto saat insiden terjadi dengan foto yang dirilis usai proses mediasi di kantor polisi.

🔖 Baca juga:
Sopir Alphard yang Intimidasi Satpam Bundaran HI: Kasus Damai tapi Pelanggaran Etik Masih Ditegakkan

Sebelumnya, akun Threads @fiktorharefa_ mengumumkan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara damai setelah tiga orang yang diduga melakukan intimidasi mengakui kesalahannya dan meminta maaf secara langsung. Meskipun demikian, perjalanan kasus ini berlanjut dengan nasib yang berbeda bagi masing-masing pihak.

Satpam yang menegur mobil Alphard, Fiktor Harefa, mendapat perhatian dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, usai kasus tersebut menjadi sorotan publik. Fiktor Harefa kemudian mendapat tawaran kerja sebagai sekuriti di Kota Bandung.

Di sisi lain, pengemudi dan dua penumpang Alphard yang diketahui merupakan oknum anggota Polda Jawa Barat tetap menjalani proses pemeriksaan internal oleh Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Jawa Barat.

Peristiwa ini juga memicu perhatian masyarakat terhadap nasib satpam di Indonesia. Seorang satpam Waduk Jatiluhur, Purwakarta, ditemukan tewas dalam keadaan berseragam lengkap di perairan kawasan tersebut setelah menegur sekelompok orang yang melakukan vandalisme di area tersebut.

Insiden cekcok antara satpam dengan pengemudi Alphard di Bundaran HI juga memicu perhatian masyarakat terhadap aturan lalu lintas, khususnya pelican crossing. Pelican crossing merupakan singkatan dari Pedestrian Light Controlled Crossing, yakni fasilitas penyeberangan pejalan kaki yang dilengkapi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL).

Kendaraan wajib berhenti apabila lampu lalu lintas pada pelican crossing menunjukkan warna merah. Dengan kata lain, pelican crossing pada dasarnya adalah sebuah persimpangan berlampu lalu lintas yang dikhususkan untuk memberikan prioritas kepada pejalan kaki.

Kesimpulan dari kasus ini adalah bahwa satpam memikul tanggung jawab besar dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Mereka harus diberi penghargaan dan perlindungan yang memadai dalam menjalankan tugasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *