HUKUM

Keluarga WNI Asal Maros Curiga Korban Pembunuhan di Armenia

×

Keluarga WNI Asal Maros Curiga Korban Pembunuhan di Armenia

Share this article
Keluarga WNI Asal Maros Curiga Korban Pembunuhan di Armenia
Keluarga WNI Asal Maros Curiga Korban Pembunuhan di Armenia

GemaWarta – 20 Juli 2026 | Seorang warga negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, bernama Valenth A Tambuto (24) ditemukan tewas di Armenia dalam kondisi mulut hingga tangan dilakban dalam kamar mes di Armenia. Keluarga mencurigai Valenth menjadi korban pembunuhan berdasarkan informasi yang diterima keluarga dari rekan kerja dan pacar korban.

Adik korban, Arnold Tambuto mengatakan keluarga memperoleh sejumlah informasi yang mengarah pada dugaan pembunuhan di balik kematian kakaknya. Arnold menuturkan salah satu dugaan motif yang disampaikan kepadanya berkaitan dengan kebiasaan korban yang sering meminjamkan uang kepada rekan-rekannya.

🔖 Baca juga:
Verrell Bramasta: Kasus Penyalahgunaan Narkotika dan Kehidupan Selebriti

Informasi tersebut berawal dari pacar korban bernama Tati yang berada di Filipina merasa curiga karena tidak bisa menghubungi Valenth sepanjang hari. Setelah beberapa orang di antaranya juga memiliki utang kepada korban, akhirnya mereka kemudian diduga merencanakan untuk membunuh Valenth.

Kementerian Luar Negeri RI (Kemlu) telah mengirimkan nota diplomatik dan berkoordinasi dengan otoritas Armenia terkait penanganan tewasnya WNI tersebut. Direktur Pelindungan WNI, Kemlu, Heni Hamidah mengatakan, KBRI Kyiv telah melakukan langkah penanganan dan koordinasi secara intensif dengan otoritas Armenia.

🔖 Baca juga:
Richard Lee Minta Status Mualaf Tak Diperdebatkan, Fokus Memperdalam Iman di Balik Jeruji

KBRI Kyiv menerima informasi mengenai kasus itu pada 16 Juli 2026. Kemudian KBRI segera berkoordinasi dengan Konsul Kehormatan RI di Yerevan, aparat penegak hukum Armenia, dan komunitas WNI setempat untuk memverifikasi informasi, mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat, serta memperoleh perkembangan penyelidikan.

Berdasarkan informasi yang diterima, korban dan pihak yang diduga sebagai pelaku merupakan WNI. Sejumlah WNI telah diamankan untuk kepentingan penyidikan. KBRI Kyiv akan terus menindaklanjuti perkembangan kasus, berkoordinasi dengan otoritas setempat, dan memberikan pendampingan kekonsuleran sesuai ketentuan hukum Armenia.

🔖 Baca juga:
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Dikerdilkan, Apa yang Terjadi?

Keluarga korban masih menunggu informasi resmi dari pihak berwenang Armenia terkait penyebab pasti kematian korban. Kasus ini masih dalam penyelidikan dan belum ada keputusan resmi dari pihak berwenang.

Kesimpulan, kematian Valenth A Tambuto di Armenia masih menjadi misteri yang belum terpecahkan. Keluarga korban dan pihak berwenang masih terus menyelidiki kasus ini untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *