GemaWarta – 17 Mei 2026 | Situasi keuangan di sekolah-sekolah Gauteng, Afrika Selatan, semakin memburuk. Menurut Lebogang Maile, Menteri Pendidikan Gauteng, sekolah-sekolah di wilayah tersebut berhutang sekitar R583,9 juta kepada pemerintah lokal untuk tagihan listrik, air, dan pajak properti yang belum dibayarkan.
Maile menekankan bahwa meskipun sekolah-sekolah berhutang, mereka tidak boleh dihentikan karena tagihan yang belum dibayarkan. Ia menyatakan bahwa pendidikan adalah hak asasi manusia yang harus dilindungi dan bahwa sekolah-sekolah harus tetap menjadi barang publik.
Maile juga menyatakan bahwa pemerintah lokal harus menyadari bahwa pendidikan adalah prioritas utama dan bahwa keuangan sekolah-sekolah harus dikelola dengan hati-hati. Ia menyarankan agar pemerintah lokal dan sekolah-sekolah bekerja sama untuk mencari solusi atas krisis keuangan ini.
Selain itu, Maile juga menyatakan bahwa pemerintah Gauteng telah mengalokasikan dana sekitar R2 miliar untuk membayar tagihan listrik, air, dan pajak properti sekolah-sekolah. Namun, ia menyatakan bahwa dana tersebut tidak cukup untuk menutupi semua biaya yang diperlukan.
Krisis keuangan di sekolah-sekolah Gauteng ini telah menyebabkan kekhawatiran di kalangan masyarakat dan pemerintah. Banyak yang berharap bahwa pemerintah dan sekolah-sekolah dapat bekerja sama untuk mencari solusi yang efektif dan memastikan bahwa pendidikan di wilayah tersebut tetap berkualitas.
Kesimpulan, krisis keuangan di sekolah-sekolah Gauteng, Afrika Selatan, merupakan masalah serius yang memerlukan perhatian dan solusi yang efektif. Pemerintah dan sekolah-sekolah harus bekerja sama untuk memastikan bahwa pendidikan di wilayah tersebut tetap berkualitas dan bahwa sekolah-sekolah dapat terus beroperasi dengan baik.









