Pendidikan

Unsoed Dikecam Mahasiswa Setelah Mengirim Duta untuk Kunjungan Kerja Wakil Presiden

×

Unsoed Dikecam Mahasiswa Setelah Mengirim Duta untuk Kunjungan Kerja Wakil Presiden

Share this article
Unsoed Dikecam Mahasiswa Setelah Mengirim Duta untuk Kunjungan Kerja Wakil Presiden
Unsoed Dikecam Mahasiswa Setelah Mengirim Duta untuk Kunjungan Kerja Wakil Presiden

GemaWarta – 24 Juni 2026 | Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) baru-baru ini mendapat sorotan dari mahasiswanya sendiri. Hal ini terjadi setelah kampus tersebut mengirimkan seorang mahasiswa untuk mengikuti kunjungan kerja Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka ke beberapa daerah di Indonesia.

Menurut Rektor Unsoed, Prof. Akhmad Sodiq, keputusan ini diambil setelah kampus menerima surat resmi dari Sekretaris Jenderal terkait kunjungan kerja Wakil Presiden. Sodiq menjelaskan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam agenda tersebut bukanlah keputusan sepihak kampus, melainkan tindak lanjut atas surat resmi yang diterima.

🔖 Baca juga:
Biaya Kuliah SSU ITB 2026: Rincian UKT, IPI, dan Beasiswa yang Perlu Kamu Tahu

Mahasiswa yang dikirim adalah Rapid Bena Matin, yang bergabung dengan empat mahasiswa lain dari perguruan tinggi lain dalam kunjungan kerja ke wilayah Indonesia tengah dan timur. Namun, kehadiran mahasiswa Unsoed dalam acara tersebut memicu protes dari kalangan mahasiswa sendiri.

Mahasiswa Unsoed menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Rektorat, menuntut klarifikasi dan penjelasan mengenai keterlibatan kampus dalam agenda kenegaraan tersebut. Mereka menilai bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kunjungan kerja Wakil Presiden dapat menyeret nama institusi ke dalam ranah politik praktis.

🔖 Baca juga:
Pendaftar Mahasiswa Baru di Universitas Swasta Turun Hingga 30 Persen Dua Tahun Terakhir

Setelah melakukan dialog terbuka dengan pihak rektorat, mahasiswa Unsoed sepakat mengeluarkan pernyataan sikap tertulis untuk menjaga netralitas akademika. Dalam pernyataan tersebut, ditegaskan bahwa keterlibatan individu mahasiswa dalam kunjungan kerja Wakil Presiden murni merupakan agenda personal dan tidak membawa mandat lembaga.

Rektor Unsoed, Prof. Akhmad Sodiq, juga menegaskan bahwa kampus akan menjaga netralitas dan independensi akademika. Ia menandatangani draf komitmen bersama yang disodorkan oleh mahasiswa, yang antara lain berisi penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih.

🔖 Baca juga:
Pengumuman SPMB Jabar 2026 Tahap 2 Resmi Dibuka, Cek Hasil Seleksi dan Jadwal Daftar Ulang

Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsoed, Azza Febra Pramudika, menyatakan bahwa mahasiswa akan mengawasi secara ketat komitmen yang sudah ditandatangani oleh rektor agar tidak dicederai oleh agenda politik praktis.

Dalam kesimpulan, Unsoed telah mengalami kendala internal terkait keterlibatan mahasiswanya dalam kunjungan kerja Wakil Presiden. Namun, dengan dialog terbuka dan komitmen bersama, kampus berusaha menjaga netralitas dan independensi akademika.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *