OLAHRAGA

Drama Menit 90 dan Krisis Pogba: AS Monaco Berjuang di Liga 1 dan Pencarian Trofi Baru

×

Drama Menit 90 dan Krisis Pogba: AS Monaco Berjuang di Liga 1 dan Pencarian Trofi Baru

Share this article
Drama Menit 90 dan Krisis Pogba: AS Monaco Berjuang di Liga 1 dan Pencarian Trofi Baru
Drama Menit 90 dan Krisis Pogba: AS Monaco Berjuang di Liga 1 dan Pencarian Trofi Baru

GemaWarta – 26 April 2026 | AS Monaco kembali menjadi sorotan utama Ligue 1 setelah menahan imbang 2-2 melawan Toulouse pada pekan ke-31. Pertandingan yang berlangsung di Stadion de Toulouse ini menyuguhkan drama intens di menit-menit akhir, dimana Monaco sempat unggul lebih dulu melalui gol Jordan Teze dan Lamine Camara, namun harus menelan gol penyama kedudukan dari Jacen Russell‑Rowe dan Emersonn. Kegagalan mengamankan tiga poin membuat AS Monaco masih berada di peringkat ketujuh dengan 51 poin, selisih tipis satu poin dari zona kualifikasi kompetisi Eropa.

Berikut tabel sementara posisi Ligue 1 setelah laga tersebut:

🔖 Baca juga:
Florian Wirtz: Bintang Jerman yang Membawa Angin Segar ke Liverpool di Tengah Krisis Slot
Posisi Tim Poin
7 AS Monaco 51
10 Toulouse 38

Selain persaingan di papan tengah klasemen, AS Monaco juga tengah menghadapi masalah internal yang cukup signifikan, yaitu krisis kebugaran pemain bintang mereka, Paul Pogba. Mantan gelandang Manchester United yang kembali ke Prancis pada tahun 2024 dengan harapan menghidupkan kembali kariernya, kini hanya berhasil menumpuk 57 menit bermain dalam lima penampilan. Cedera yang terus berulang membuatnya hanya mampu masuk sebagai pemain pengganti selama enam menit pada laga terakhir melawan Toulouse, ketika Monaco sempat memimpin 2‑1 sebelum akhirnya kehilangan titik.

Menurut pengamat sepak bola Tom Williams, performa Pogba yang menurun drastis menimbulkan pertanyaan tentang masa depan pemain berusia 33 tahun di Stade Louis II. “Dia masih memiliki otoritas di lapangan, tetapi kemampuan fisiknya tidak lagi memadai untuk bertahan lebih dari 20 menit,” ujar Williams. Kontrak Pogba dengan Monaco berlaku hingga 2027, namun ketidakpastian mengenai partisipasi klub di kompetisi Eropa musim depan dapat mempengaruhi keputusan akhir klub terhadap pemain tersebut.

🔖 Baca juga:
Prediksi Fabio Capello: Inter Milan Siap Kuasai Coppa Italia Final 2026 di Stadio Olimpico

Di sisi lain, AS Monaco baru saja menambahkan satu trofi lagi ke dalam lemari piala mereka. Pada kompetisi domestik yang diadakan beberapa minggu sebelumnya, Monaco berhasil mengalahkan Le Mans dan meraih trofi ketiga dalam satu musim. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa meski mengalami tekanan di liga, tim tetap mampu menunjukkan kualitas dalam laga knockout.

Sementara itu, kabar menarik datang dari luar dunia sepak bola. Sebuah proyek ambisius bernama “Boere Monaco” sedang dikembangkan di Afrika Selatan, menawarkan konsep smart city yang menggabungkan standar keamanan tinggi dengan gaya hidup bergengsi ala Riviera. Proyek ini menarik minat banyak investor dan warga yang menginginkan lingkungan hidup yang modern dan aman, sekaligus menambah citra Monaco sebagai merek gaya hidup mewah di panggung internasional.

🔖 Baca juga:
Inter Milan Raih Tempat di Final Coppa Italia 2025/26 dengan Comeback Dramatik 3-2 atas Como

Keseluruhan situasi menempatkan AS Monaco pada titik krusial. Di satu sisi, mereka harus mengamankan tiga poin penting untuk tetap berada dalam zona Eropa, sementara di sisi lain mereka harus menilai kembali peran Paul Pogba dalam skuad. Keberhasilan menambah trofi setelah mengalahkan Le Mans memberikan semangat, namun tantangan di liga dan kemungkinan perubahan kebijakan transfer menjadikan musim ini penuh teka‑teki.

Ke depan, keputusan taktik pelatih, kebugaran pemain inti, serta hasil kompetisi Eropa akan menjadi faktor penentu apakah AS Monaco dapat mengubah impian Champions League menjadi kenyataan atau harus puas dengan peran sebagai kontestan kuat di Ligue 1.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *