OLAHRAGA

Drama Tanpa Gol: Necaxa vs Guadalajara Akhiri dengan Rekor Milito dan Dilema Romo

×

Drama Tanpa Gol: Necaxa vs Guadalajara Akhiri dengan Rekor Milito dan Dilema Romo

Share this article
Drama Tanpa Gol: Necaxa vs Guadalajara Akhiri dengan Rekor Milito dan Dilema Romo
Drama Tanpa Gol: Necaxa vs Guadalajara Akhiri dengan Rekor Milito dan Dilema Romo

GemaWarta – 25 April 2026 | Pertandingan yang berlangsung di Estadio Victoria, Aguascalientes pada 23 April 2026 mempertemukan dua tim besar Liga MX, Necaxa dan Guadalajara (Chivas), dalam laga yang berakhir tanpa gol. Hasil 0-0 tersebut menjadi sorotan utama karena memberikan peluang bagi pelatih Gabriel Milito untuk mencatat rekor poin tertinggi dalam satu fase kompetisi pendek, sekaligus menimbulkan kekhawatiran terkait absennya Luis Romo menjelang pertandingan penting selanjutnya melawan Tijuana.

Sejak peluit pertama dibunyikan, Chivas berusaha mengendalikan tempo permainan. Tim asuhannya menekan lini pertahanan Necaxa, namun tak mampu menembus zona pertahanan yang terorganisir rapi. Necaxa menekankan disiplin defensif, menutup ruang-ruang krusial dan memaksa Chivas untuk bermain di sisi sayap. Kedua tim menciptakan beberapa peluang jelas, namun kiper Óscar Whalley (Chivas) menunjukkan ketenangan luar biasa dengan menahan empat tembakan berbahaya dari lawan, termasuk satu tembakan dari jarak dekat yang hampir menghasilkan gol.

🔖 Baca juga:
Drama Jornada 15: Atlético San Luis vs Pumas UNAM Berujung 2-0, VAR Bikin Heboh dan Liga MX Berubah Arah

Di sisi lain, pertahanan Necaxa berhasil menahan serangan balasan Chivas, terutama ketika pemain sayap mereka, Alejandro Ríos, menembus pertahanan dan melepaskan tembakan ke sudut atas tiang gawang. Whalley berhasil menebas bola tersebut dengan refleks cepat, memperkuat reputasinya sebagai kiper yang dapat diandalkan pada fase krusial. Penampilan Whalley menjadi titik terang bagi Chivas pada malam itu, meski hasil akhir tetap nihil.

Keberhasilan Milito dalam mengumpulkan poin tercermin pada klasemen sementara. Dengan 35 poin, tim Chivas memimpin klasemen, menyalip rival terdekat, Pumas, yang berada di posisi kedua dengan selisih tipis. Pencapaian ini menandai rekor poin tertinggi yang pernah diraih klub dalam format turnamen pendek, menegaskan keberhasilan strategi Milito dalam mengoptimalkan taktik dan rotasi pemain, terutama mengingat beberapa pemain inti akan absen karena panggilan ke tim nasional.

Namun, keberhasilan tersebut tidak lepas dari tantangan. Luis Romo, gelandang berpengalaman dan kapten Chivas, harus menerima kartu kuning kelima pada pertandingan melawan Necaxa, yang secara otomatis menyingkirkannya dari laga selanjutnya melawan Tijuana. Ketiadaan Romo menjadi pukulan berat bagi Milito, mengingat peran vitalnya dalam mengatur alur permainan tengah. Analis Fox Sports, Yayo de la Torre, menyoroti hal ini sebagai faktor utama yang dapat mengurangi peluang Chivas menjadi favorit utama pada Liguilla.

Berbagai pakar sepakbola, termasuk mantan pemain Carlos Hermosillo, menegaskan bahwa meskipun Chivas memimpin klasemen, tim ini tidak dapat dianggap sebagai kandidat utama karena potensi kehilangan empat hingga lima pemain inti ke panggilan internasional. Hermosillo berpendapat, “Jika mereka kehilangan pemain kunci, pencapaian mereka menjadi hampir mustahil.” Pandangan serupa juga diungkapkan oleh Joaquín del Olmo, yang menambah bahwa keseimbangan antara performa klub dan kehadiran pemain di timnas menjadi ujian berat bagi militer Merah Putih.

Selain permasalahan Romo, Chivas harus memikirkan susunan pemain alternatif. Peluang besar muncul bagi Diego Campillo yang kemungkinan kembali menjadi libero, sementara Daniel Aguirre dan Miguel Tapias dapat mengisi posisi stopper. Di lini tengah, Brian Gutiérrez dan Fernando González diprediksi akan menjadi pilihan utama untuk mengisi kekosongan Romo. Sementara itu, striker muda Armando González terus berjuang mengejar gelar pencetak gol terbanyak, berada satu gol di belakang Joao Pedro dari Atlético de San Luis.

🔖 Baca juga:
Club América vs Toluca: Doblete Brian Rodríguez Bawa Kemenangan 2-1 dalam Laga Krusial

Di atas semua itu, pertarungan klasemen menjadi semakin sengit. Pumas, yang berada di belakang Chivas, berhasil meraih empat kemenangan dalam lima pertandingan terakhir, termasuk satu hasil imbang melawan Chivas sendiri pada pertemuan sebelumnya. Pertandingan berikutnya antara Chivas dan Tijuana akan menjadi penentu utama apakah Chivas dapat mempertahankan puncak klasemen atau harus menyerah pada tekanan kompetitif.

Secara statistik, pertandingan Necaxa vs Guadalajara menampilkan 9 tembakan total dari Chivas dan 6 tembakan dari Necaxa, dengan kepemilikan bola hampir seimbang, 52% untuk Chivas dan 48% untuk Necaxa. Kedua tim mencatat 14 operan sukses masing-masing, menandakan pertandingan yang seimbang secara teknis namun kurang tajam dalam penyelesaian akhir.

Kesimpulannya, meskipun Necaxa vs Guadalajara berakhir tanpa gol, laga ini menyimpan banyak narasi penting bagi kedua klub. Bagi Chivas, rekor poin Milito memberikan kebanggaan, namun kehilangan Luis Romo dan pertanyaan tentang kedalaman skuad menjadi tantangan utama menjelang Liguilla. Sementara itu, Necaxa menunjukkan bahwa pertahanan disiplin dapat menjadi fondasi kuat melawan tim-tim besar, memberikan mereka peluang untuk terus bersaing di papan tengah klasemen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *