GemaWarta – 09 Juni 2026 | Pasar saham Indonesia mengalami pelemahan yang cukup kuat di awal perdagangan pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di posisi 5.389,17, turun 3,67% dari posisi di akhir perdagangan pekan lalu.
Saham bank-bank berkapitalisasi pasar jumbo alias big banks juga kompak mencatatkan koreksi. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mengalami penurunan terdalam, dengan harga saham yang meninggalkan posisi psikologis Rp 5.000. Pada awal perdagangan, BBCA dibuka di harga Rp 4.940, turun 2,66% dari harga pada Jumat (5/6/2026).
Selain BBCA, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga mengalami koreksi, dengan harga saham yang dibuka di Rp 2.650, terkoreksi 3,28% dari harga penutupan perdagangan sebelumnya. Sementara itu, saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dibuka di harga Rp 3.080, turun 4,04% dari harga penutupan perdagangan sebelumnya.
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) juga mengalami koreksi, dengan harga saham yang dibuka di Rp 3.730, terkoreksi 2,86% dari harga penutupan perdagangan sebelumnya. Secara umum, posisi harga saat ini mencerminkan koreksi yang berarti. Bagi BBCA dan BBRI, harga saat ini lagi-lagi menjadi rekor harga terendah baru dalam lima tahun terakhir.
Sementara bagi BBNI dan BMRI, posisi harga saat ini menjadi rekor terendah dalam tiga tahun terakhir. Pelemahan ini juga dipengaruhi oleh eskalasi geopolitik yang terus meningkat, serta spekulasi soal memburuknya ekonomi Indonesia oleh investor asing.
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, mengajak investor untuk melihat secara gamblang situasi yang tengah terjadi di lapangan. Ia juga mengatakan bahwa fundamental ekonomi nasional saat ini masih berada dalam kondisi yang baik.
CGS International Sekuritas telah memetakan level support dan resistance sebagai acuan bagi investor dalam mencermati pergerakan saham perbankan. Saham BBCA memiliki area support di kisaran Rp 4.975 hingga Rp 4.875, sementara untuk potensi penguatan, saham BBCA diperkirakan menghadapi resistance pada rentang Rp 5.275 hingga Rp 5.475.
Investor asing melakukan aksi jual bersih pada saham perbankan dan kapitalisasi besar hingga sesi pertama, Senin, 8 Juni 2026. Emiten TPIA mencatatkan nilai jual bersih tertinggi sebesar Rp 1,14 triliun, disusul BBCA dengan nilai Rp 1,10 triliun.
Kesimpulan dari pelemahan IHSG dan saham big banks ini menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia masih memiliki ketidakpastian yang cukup besar. Oleh karena itu, investor perlu untuk tetap waspada dan melakukan analisis yang lebih mendalam sebelum membuat keputusan investasi.











