GemaWarta – 23 April 2026 | Enzo Maresca kembali menjadi topik hangat dalam dunia sepakbola Inggris setelah menutup babnya bersama Chelsea pada awal tahun ini. Kepergiannya yang digambarkan sebagai keputusan bersama, namun penuh ketegangan, memicu spekulasi intens tentang langkah selanjutnya bagi sang taktikawan berusia 45 tahun.
Saat mengakhiri kontrak dengan Blues, Maresca meninggalkan tim yang berada di posisi lima klasemen Premier League, hanya enam bulan setelah mengangkat klub ke puncak tabel dan memenangkan Club World Cup. Hubungan yang retak antara manajer dan hierarki klub, termasuk perbedaan pandangan mengenai kebijakan transfer, menjadi faktor utama pemisahan itu. Salah satu contoh yang menonjol adalah penolakan Maresca terhadap tidaknya Chelsea menandatangani bek tengah setelah Levi Colwill cedera ACL pada fase pra-musim.
Setelah kepergian tersebut, Chelsea mengalami penurunan performa, berada pada rentetan lima kekalahan beruntun dan kini berjuang mempertahankan posisi di separuh atas liga. Kritik datang dari pemain seperti Marc Cucurella dan Enzo Fernández yang menyatakan kebingungan atas keputusan klub. Sementara itu, Maresca memilih untuk tetap low profile, hanya mengunggah foto liburan keluarga dan sekilas buku taktik di media sosial, menandakan ia tetap siap kembali ke dunia manajerial.
Spekulasi Menggantikan Conte atau Guardiola
Di tengah keriuhan transfer pelatih, nama Maresca muncul sebagai kandidat potensial untuk menggantikan Antonio Conte di Tottenham Hotspur atau bahkan Pep Guardiola di Manchester City. Kedua klub sedang mencari sosok yang mampu mengintegrasikan gaya menyerang dinamis dengan disiplin taktis. Keberhasilan Maresca bersama Leicester City, yang berhasil mengangkat klub ke Premier League pada musim 2023/24 namun kemudian terdegradasi kembali ke League One, menunjukkan kemampuannya mengelola tim dengan sumber daya terbatas.
Para analis menyoroti pendekatan Maresca yang disebut “doing nothing at all”—strategi mengoptimalkan pemain tanpa melakukan perubahan drastis pada struktur tim. Metode ini terbukti efektif di Leicester, meski keberhasilannya di level tertinggi masih dipertanyakan.
Ketertarikan Napoli dan Diskusi di London
Sementara itu, klub Serie A, Napoli, dilaporkan telah melakukan diskusi awal dengan Maresca di London. Napoli tengah mencari pengganti untuk menggantikan pelatih sebelumnya yang mengundurkan diri, dan kepakaran Maresca dalam mengolah tim dengan modal pemain muda menjadi daya tarik utama. Meskipun belum ada konfirmasi resmi, pertemuan tersebut menambah dimensi internasional pada pilihan karier Maresca.
Selain Napoli, rumor lain menyebutkan minat klub-klub Premier League lainnya, termasuk Leicester City yang masih mencari kepemimpinan baru setelah konfirmasi degradasi. Gary Rowett, mantan bos Leicester, mengungkapkan bahwa insiden tertentu yang melibatkan Maresca sebelumnya “irritated” dirinya, menambah lapisan drama dalam proses rekrutmen.
Karakteristik Kepelatihan Maresca
Gaya kepemimpinan Maresca berfokus pada kebebasan taktis pemain, mengurangi intervensi berlebihan, dan menekankan pentingnya konsistensi mental. Ia dikenal menolak penggunaan seragam klub di luar lapangan, memilih pakaian pribadi, serta menolak menulis buku atau berbicara tanpa persetujuan manajemen, yang menimbulkan ketegangan dengan otoritas klub.
Meski demikian, sikap tersebut tidak menghalangi pemainnya untuk menghormatinya. Setelah perpisahan dengan Chelsea, pemain seperti Robert Sánchez, Trevoh Chalobah, dan Levi Colwill memberikan dukungan melalui media sosial, menandakan pengaruh positif Maresca di dalam tim.
Dengan berbagai tawaran dan spekulasi yang beredar, masa depan Enzo Maresca masih menjadi pertaruhan. Apakah ia akan kembali ke Stamford Bridge, melangkah ke Tottenham, atau menaklukkan tantangan baru di Napoli? Jawaban pasti masih menunggu keputusan resmi, namun satu hal yang jelas: nama Maresca tetap menjadi magnet perhatian di kancah sepakbola Eropa.
Kesimpulannya, Enzo Maresca berada di persimpangan karier yang menentukan. Pilihan antara menggantikan Conte, Guardiola, atau kembali ke Chelsea akan memengaruhi tidak hanya perjalanan pribadi sang pelatih, tetapi juga dinamika kompetitif Premier League dan Serie A.











