OLAHRAGA

Leonardo Bonucci Desak Revolusi Timnas Italia: Usul Pep Guardiola sebagai Pelatih Baru

×

Leonardo Bonucci Desak Revolusi Timnas Italia: Usul Pep Guardiola sebagai Pelatih Baru

Share this article
Leonardo Bonucci Desak Revolusi Timnas Italia: Usul Pep Guardiola sebagai Pelatih Baru
Leonardo Bonucci Desak Revolusi Timnas Italia: Usul Pep Guardiola sebagai Pelatih Baru

GemaWarta – 22 April 2026 | Setelah Italia gagal lolos ke Piala Dunia ketiga berturut‑turut, sorotan beralih kepada tokoh veteran yang kini menjadi suara kritis, Leonardo Bonucci. Mantan bek Juventus ini mengungkapkan keprihatinannya terhadap penurunan performa Azzurri dan menuntut perubahan radikal di tingkat kepelatihan. Dalam sebuah wawancara yang dilaporkan oleh beberapa media olahraga, Bonucci menegaskan bahwa jika Italia ingin kembali ke puncak, sosok yang tepat adalah Pep Guardiola, pelatih Manchester City yang dikenal dengan filosofi menyerang dan inovatif.

Bonucci, yang pernah menjadi bagian penting dari skuad yang meraih gelar Euro 2021, kini menjabat sebagai asisten teknis di timnas. Pengalamannya di lapangan serta peran taktisnya selama masa jabatan Gennaro Gattuso memberi ia pandangan mendalam tentang kekurangan struktural tim. Ia menilai bahwa pertahanan yang dulu menjadi kebanggaan kini membutuhkan revitalisasi, dan perubahan budaya pelatihan menjadi langkah pertama yang tak dapat ditunda.

🔖 Baca juga:
Insiden Bersenjata di Pusat Latihan Reims Mengguncang Liga 2: Dampaknya pada Persaingan dengan Troyes

“Jika kami menginginkan perubahan radikal di tim nasional, saya akan mengatakan sosok yang tepat adalah Pep Guardiola. Ini memang sangat sulit, tetapi bermimpi tidak membutuhkan biaya,” kata Bonucci, mengutip pernyataan yang disampaikan kepada Sky Sports. Ia menambahkan bahwa Guardiola, dengan catatan 40 trofi utama di level klub, memiliki kemampuan untuk menanamkan mentalitas kemenangan dan memperkenalkan taktik modern yang dapat mengoptimalkan potensi pemain muda Italia.

Selain Guardiola, Bonucci juga menyebut beberapa nama lain yang berpotensi mengisi kekosongan kepelatihan. Antonio Conte dan Massimiliano Allegri masuk dalam daftar kandidat utama. Conte, yang pernah melatih timnas Italia pada 2014‑2016, dikenal dengan pendekatan defensif yang disiplin, sementara Allegri, yang kini memimpin Juventus, dipuji karena fleksibilitas taktiknya. Bonucci menilai bahwa metode Allegri bahkan dapat diadaptasi oleh klub-klub besar di luar Italia, contohnya Real Madrid, yang menurutnya cocok dengan gaya permainan Allegri yang menggabungkan kontrol bola dan transisi cepat.

🔖 Baca juga:
Liga Malaysia Bergulir Sengit: Persaingan Ketat Menuju Gelar Juara Musim 2025/2026

Pengakuan Bonucci mengenai kompatibilitas metode Allegri dengan Real Madrid menambah dimensi baru pada diskusi taktik internasional. Ia berargumen bahwa filosofi Allegri yang menekankan keseimbangan antara pertahanan solid dan serangan terorganisir dapat memperkuat lini tengah dan belakang Real Madrid, yang selama ini mengandalkan kreativitas individu. Pendapat ini menunjukkan betapa luasnya pandangan Bonucci tentang sepak bola, tidak hanya terbatas pada timnas Italia.

Dalam konteks pemulihan, Bonucci menekankan pentingnya kolaborasi antara dunia politik dan sepak bola. Ia menyatakan bahwa “kita butuh waktu dan kemitraan antara politik dan sepak bola supaya keduanya bisa bergerak searah.” Fokusnya pada pengembangan pemain muda, khususnya bek muda yang dapat melanjutkan tradisi pertahanan Italia, menjadi poin utama. Ia percaya bahwa dengan memberi ruang bagi talenta baru dan membangun sistem pertahanan yang kokoh, Italia dapat kembali bersaing di panggung internasional.

🔖 Baca juga:
Strasbourg vs Rennes: Drama di Stade de la Meinau, Rennes Guncang Lawan, Mendekat ke Liga Champions

Kesimpulannya, seruan Leonardo Bonucci menggambarkan keinginan mendesak akan perubahan struktural dalam sepak bola Italia. Dari usulan Guardiola sebagai pelatih utama hingga penilaian tentang Allegri yang cocok untuk Real Madrid, Bonucci menempatkan diri sebagai katalisator diskusi tentang masa depan timnas. Dengan dukungan pemangku kepentingan dan keputusan strategis yang tepat, harapan Azzurri untuk kembali ke puncak dunia dapat terwujud kembali.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *