GemaWarta – 25 April 2026 | Campbelltown Stadium menjadi saksi bisu pada Jumat malam ketika Macarthur FC mengalahkan Wellington Phoenix dengan skor telak 4-0 dalam pertandingan dead‑rubber akhir musim A‑League Men. Pertandingan yang sekaligus menjadi ajang audisi terakhir bagi striker Socceroos Mitch Duke ini memperlihatkan performa ofensif yang mengesankan dari Bulls, sekaligus menandai akhir perjalanan Phoenix yang gagal masuk final.
Gol pertama tercipta pada menit keenam ketika tembakan Matthew Jurman menabrak kaki Bill Tuiloma dan meluncur ke gawang, menciptakan gol bunuh diri yang tak terduga. Tak lama kemudian, pada menit ke‑16, Mitch Duke hampir menambah keunggulan dengan satu tembakan cepat, namun bola dihalau oleh Isaac Hughes. Pada menit ke‑22, Dean Bosnjak memanfaatkan kekacauan di kotak penalti dan menambah angka menjadi 2-0. Luke Brattan, kapten Macarthur, menambah gol ketiga pada menit ke‑34 dengan tendangan jarak jauh yang tak terhalang. Lima menit menjelang akhir babak pertama, Henrique Olivera memberikan assist kepada saudara kandungnya, Bernardo Olivera, yang mencetak gol keempat, menutup skor 4-0.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Macarthur dalam setiap aspek. Tim tuan rumah mencatat 26 tembakan dibandingkan hanya 12 tembakan dari Phoenix, serta menguasai penguasaan bola sekitar 58 % selama 90 menit. Penjaga gawang muda Alex Robinson, berusia 21 tahun, berhasil mencatat clean sheet pertamanya, menahan sejumlah peluang berbahaya termasuk usaha Ifeanyi Eze yang berusaha mengejar posisi teratas dalam pencetak gol liga.
Pelatih Macarthur, Mile Sterjovski, menegaskan pentingnya kemenangan ini bagi pemainnya yang bersaing di level internasional. “Mitch Duke memang pantas dipertimbangkan untuk panggilan ke timnas,” ujarnya, menambahkan bahwa Duke menawarkan profil berbeda yang dapat memperkaya pilihan pelatih Tony Popovic dalam pertandingan persahabatan melawan Meksiko dan Swiss.
Sementara itu, Chris Greenacre, pelatih interim Wellington Phoenix, mengakui hasil ini sebagai “blip” dalam performa tim. “Kami hanya menembak 12 kali dan kehilangan ritme di babak pertama,” kata Greenacre, yang berharap kontraknya akan berlanjut menjadi penuh waktu setelah menunjukkan dedikasi sejak era pemainnya di klub.
Di luar lapangan, masa depan pemain veteran Alex Rufer menjadi sorotan. Kontrak 14 pemain, termasuk Rufer, akan berakhir pada 30 Juni, dan Greenacre menyatakan harapannya agar sang kapten tetap bertahan. Rufer, yang baru saja menjalani suspensi, tetap menjadi sosok kunci dalam struktur tim, meskipun belum ada kepastian mengenai perpanjangan kontrak.
Berikut tabel singkat statistik pertandingan:
| Statistik | Macarthur FC | Wellington Phoenix |
|---|---|---|
| Gol | 4 | 0 |
| Tembakan | 26 | 12 |
| Penguasaan Bola (%) | 58 | 42 |
| Kartu Kuning | 2 | 3 |
Dengan hasil ini, Macarthur FC menutup musim dengan rekor 9-7-10, menempati posisi ketujuh di klasemen, hanya selangkah dari zona enam teratas. Sementara Wellington Phoenix berakhir di posisi kedelapan dengan catatan 9-6-11, mengulangi kegagalan untuk melaju ke babak final selama dua musim berturut‑turut.
Kesimpulannya, kemenangan 4-0 tidak hanya mengukuhkan kekuatan ofensif Macarthur FC menjelang fase akhir, tetapi juga menambah tekanan pada Wellington Phoenix untuk merombak strategi dan memperkuat skuad menjelang musim berikutnya.











