OLAHRAGA

Roberto De Zerbi Rancang Formasi Baru Tottenham: Tantangan Tanpa Dua Pilar Utama

×

Roberto De Zerbi Rancang Formasi Baru Tottenham: Tantangan Tanpa Dua Pilar Utama

Share this article
Roberto De Zerbi Rancang Formasi Baru Tottenham: Tantangan Tanpa Dua Pilar Utama
Roberto De Zerbi Rancang Formasi Baru Tottenham: Tantangan Tanpa Dua Pilar Utama

GemaWarta – 15 April 2026 | Roberto De Zerbi, mantan pelatih Brighton & Hove Albion yang baru saja mengambil alih Tottenham Hotspur, kini dihadapkan pada situasi yang menuntut kreativitas taktis sekaligus manajerial. Kedua pilar lini tengah Tottenham, yang selama ini menjadi tulang punggung serangan, telah dipastikan tidak lagi menjadi pilihan utama karena cedera dan penurunan performa. Keputusan De Zerbi untuk menyusun susunan pemain starting XI yang baru menjadi sorotan utama media sepak bola Inggris dan Indonesia.

Dalam beberapa pekan terakhir, De Zerbi memperlihatkan bahwa ia tidak hanya menilai pemain dari segi fisik, melainkan juga menekankan kecocokan taktik dan fleksibilitas. Mengingat kehilangan dua pemain kunci, ia mengusulkan formasi 4-3-3 yang menekankan tekanan tinggi, pergerakan bola pendek, serta peran penyerang sayap yang lebih bebas. Berikut adalah susunan starting XI yang diusulkan De Zerbi untuk pertandingan melawan lawan berat Liga Premier:

🔖 Baca juga:
Noah Okafor Bawa Leeds United Rekor Gemilang di Old Trafford, Minta Tim Jaga Momentum
  • Penjaga gawang: Hugo Lloris (kapten)
  • Bek kanan: Emerson Royal
  • Bek tengah: Cristian Romero
  • Bek tengah: James Tarkowski
  • Bek kiri: Ryan Sessegnon
  • Gelandang bertahan: Pierre-Emile Højbjerg
  • Gelandang sentral (playmaker): Dejan Kulusevski
  • Gelandang serang: Bryan Gil
  • Sayap kanan: Son Heung-min
  • Penyerang tengah: Harry Kane
  • Sayap kiri: Rodrigo Bentancur (diposisikan lebih maju)

Susunan ini menyoroti upaya De Zerbi memaksimalkan potensi pemain yang ada tanpa bergantung pada dua pemain yang kini menjadi “pilar” yang rapuh. Penempatan Bentancur di sayap kiri, misalnya, bertujuan memberikan dukungan defensif sekaligus menambah variasi serangan, sementara Kulusevski diberikan peran sebagai pengatur serangan tengah yang dapat menyalurkan bola kepada Kane dan Son.

Namun, tantangan tidak berhenti pada taktik. De Zerbi juga dihadapkan pada kemungkinan kegagalan dalam merekrut mantan bintang Tottenham yang pernah bersinar di era sebelumnya. Beberapa laporan mengindikasikan adanya hambatan administratif dan budaya klub yang disebut “sporting malaise” yang dapat menghalangi kedatangan pemain-pemain berpengalaman. Kondisi ini menambah beban De Zerbi untuk mengoptimalkan skuad yang ada.

🔖 Baca juga:
Marcos Senesi: Pilihan Premier League Mengguncang Dunia Transfer Manchester United dan Chelsea

Sementara itu, kritik tajam muncul setelah laporan MSN mengungkapkan tiga masalah utama yang dihadapi De Zerbi: ketidakstabilan finansial klub, kurangnya kepastian transfer, dan penurunan moral pemain. Ketiga faktor ini, bila tidak segera diatasi, dapat memperparah krisis performa Tottenham di papan atas klasemen.

Di luar Tottenham, keberhasilan De Zerbi di Brighton & Hove Albion tetap menjadi referensi penting. Pada masa kepemimpinannya, Brighton berhasil mengukir kemenangan penting melawan tim-tim besar dan menunjukkan gaya permainan menyerang yang atraktif. Pengalaman itu menjadi modal utama De Zerbi dalam membangun identitas baru di Tottenham, meskipun tantangan di Liga Premier jauh lebih berat dibandingkan dengan Premier League yang lebih kecil.

🔖 Baca juga:
Kartu Merah Martinez Guncang Manchester United, Carrick Kritik Keputusan Wasit

Jika Tottenham terancam terpuruk ke zona degradasi, analis sepak bola telah menyusun skenario XI yang dapat dibangun sekitar pemain-pemain inti klub. Daftar tersebut menekankan peran pemain muda seperti Sessegnon dan Gil, serta menunggu kepastian pemulihan pemain cedera. Skema tersebut menegaskan bahwa De Zerbi harus menyiapkan alternatif jangka panjang, bukan sekadar solusi sementara.

Secara keseluruhan, Roberto De Zerbi berada pada persimpangan penting dalam kariernya. Keberhasilannya menyusun formasi baru, mengatasi keterbatasan transfer, serta menumbuhkan semangat tim akan menjadi penentu utama apakah Tottenham dapat kembali bersaing di papan atas atau terperangkap dalam lingkaran kegagalan. Keputusan taktis dan kebijakan manajerial dalam minggu-minggu mendatang akan menjadi bahan analisis para pengamat sepak bola di seluruh dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *